Pages

Selasa, 17 Januari 2012

Hanya Sebatas Sahabat

Ini kisah nyataku .

Aku mencintai dia dari umurku 11 tahun , dan sekarang aku sudah berumur 16 tahun . namaku Talitha
Sudah hampir 5 tahun aku mencintainya , dan aku hanya bisa menjadi sahabatnya tak lebih .
Nama orang yang kusukai aldi .
Suatu saat dia menyukai seorang teman ku , namanya yoan .
Aku sangat kecewa mengetahui hal itu , aku dan aldi sangat dekat , sangking dekatnya seluk beluk cinta , keluarga , sampai semua masalahnya aku tau .
Dia sering bercerita tentang perasaannya ke-yoan padaku .
Aku senang bisa menjadi tempat curahan hatinya , setidaknya dia dan aku sering bertemu karena itu .
Sampai suatu saat aku dan aldi mempunyai sedikit salah paham .
Hanya karna aku salah bicara , dan dia salah mengartikan perkataan ku . maksud perkataan ku waktu itu ingin membuat dia tau siapa yoan sebenarnya .. tapi di pikirannya aku ingin menjatuhkan yoan di depannya .
Mulai saat itu aku dan dia sudah tak lagi saling menegur , sudah jarang bertemu , ’kecewa’ hanya itu yang bisa ku katakan . bodoh skali aku ini , kenapa aku harus ikut campur urusannya . coba saja waktu itu aku tak ikut campur , kejadiannya tak akan seperti ini ..
1 minggu berlalu , aku merasa sudah seperti 1 tahun , menurut gosip yang beredar di sekolah aldi & yoan sudah pacaran .
di depan mereka aku bersikap senang mendengar gosip itu , tak ada yg tau jika hatiku ini seperti di tusuk-tusuk jarum .
sakiitt !!!!!!!!!
malamnya aldi sms aku , dia bilang dia ingin bertemu dengan ku .
setelah bertemu aku hanya terdiam , tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku . sampai akhirnya aldi yang memulai cerita .
dia curhat lagi sama aku . dia menceritakan semua tentang hubungannya dengan yoan , aku senang bisa melihatnya tersenyum , belum pernah aku lihat dia mencintai seorang cewek sampe seginihnya . aku tersenyum seketika melihat dia bercerita semua tentang hubungannya .
dalam hatiku berkata , ’Aldi , andai kamu tau aku sayang bgt sama kamu . aku ingin melihat senyummu ini selamanya’
aldy sudah lama tau kalau aku mencintainya , tapi dia tak pernah memberi komentar , baginya aku hanya sebatas temannya saja .
2 bulan sudahh berajalan , tak ada masalah . aku masih bisa melihat semua senyuman yang selalu tertera di wajah aldi .
tapi satu ketika aku melihat dia menangis di depan ku , dia memelukku tiba-tiba , pelukannya terasa sangat dingin . aku bisa merasakan hatinya yang sedang gundah , dan kecewa .
aku menanyakan apa yang terjadi padanya perlahan-lahan .
aku mengajak nya untuk duduk di gedung depan rumah ku , rumah aldi dan aku hanya bersebelahan saja .
dia menceritakan semua masalahnya , air mataku jatuh seketika .
aku tak pernah menyangka akan melihat aldi menangis , biasanya  aku yang selalu menangis karena dia . tapi kali ini keadaan berbalik .. dia menangis karena cewek yang dia cinta , Yoan penyebabnya .
dia selingkuh dengan teman dekat aldi yaitu Michael , michael juga berteman denganku . tapi tak sedekat aldi dengannya . michael tinggal 1 perumahan sama aku dan aldi .
3 hari berikutnya aldi memutuskan hubungannya dengan yoan , dia merelakan yoan untuk Michael , mulai saat itu hanya kesedihan yang bisa kulihat dari muka aldi . tak ada lagi senyuman yang kulihat 2 bulan lalu . aku merasa kecewa dengan sifat yoan . aku tak bisa terima yoan menyakiti aldi .
suatu ketika Michael menghubungi ku , dia berkata ingin membuat aldi menjauh dari yoan . aku tau maksud michael , dia cemburu yoan dan aldi masih sering komunikasi melalui sms ..
aku sudah sering memperingati aldi untuk menjauhi yoan .
tapi dia tak pernah mau dengar .
malam minggu berikutnya , aku , aldi , michael duduk bersama di gedung depan rumahku .
tak ku sangka Aldi menyatakan cinta padaku ,, dia nanya apakah aku mau menjadi pacarnya . yang jelas aku senang skali malam itu . tak pernah ku sangka akan menjadi seperti ini ..
aku pun menerima cintanya pada malam itu juga . michael saksinya . tapi saat michael pulang aldi mengatakan hal yang aku pun tak pernah mau mendengarnya .
ini yang dikatakannya “Talitha hubungan kita hanya pura-pura saja , aku tak serius dengan ucapan ku tadi”.
Prakk .. seperti itu yang kurasakan ,, hancur ..
”emangnya apa yang kamu hrapkan dengan hubungan pura-pura ini aldi ?” tanyaku padanya .
”aku sudah memikirkan semua perkataanmu , aku tak ingin membuat michael menganggap aku msih mencintai yoan,cukup kamu saja yang tau aku masih sangat mencintai yoan” jawab aldi .
”baiklah kalau begitu aldi , anything for you my boy .” gumamku
seketika diaa menarikku & mencium dahiku ,
” terimaksih sayang , cuman kamu yang bisa mengerti aku . maaf kalo aku sering membuat perasaanmu sakit . ”
aku hanya diam dan pulang . kata yg kusampaikan terakhir padanya malam itu ialah ” jangan tidur teralalu larut , semoga aku bisa membantumu . aku tulus sayang kamu . ”
sesampainya dirumah , aku istirahat . berharap semua yg terjadi malam ini hanyalah mimpi .
malam minggu berikutnya , aku , aldi . di ajak michael buat double dinner . yaa , kayak kencan ber-empat gituh .
kita makan malam dulu . selanjutnya kita , naik odong-odong .
aku sih senang aja , tapi aku bisa lihat muka sedih aldi . bisa lihat di dalam hatinya yang pling dalam hanya ada kecewa .
michael memeluk yoan , sedangkan aku hanya berjalan biasa dengan aldi . tak ada pelukan , pegang tangan , aku tau hubungan kami cuman pura-pura . tapi tak bisakah malam ini sja dia membuatku bahagia  . ?
yoan keterlaluan , dya sma michael romantis bgt di depan aldi .
gk ada yg bsa mikirin hati aldi .
saat perjalanan pulang , aku berpikir untuk membuat aldi sma yoan berduan . aku pura-pura sakit perut . dan menyuruh michael untuk mengantarku ke rumah sakit , dengan alasan aldi saja yang mengantarkan yoan pulang . dengan bodohnya michael pun meng-iyakan permintaan ku ..
aldi sms aku ”apa maksudmu talitha ?”
aku hanya menjawab sms nya ”gunakan waktu dengan sebaik-baiknya , ungkapkan semua yang ada di hatimu . ”
aku langsung meng-non aktifkan hp ku , aku tak ingin menggangu yoan dan aldi . sesampainya di rumah sakit , aku menyuruh michael menunggu dan mengantar aku pulang nanti dan dia pun setuju ..
sesampainya di rumah , aku masihh duduk-duduk di gedung , aku memutar lagu  Seventeen ” hal terindah ” .. tak aku sadar aku menangis dan melukai tangan ku . rasa sakitnya tak sepedih rasa sakit hatiku .. jika bisa memutar waktu , tak ingin aku bertemu aldi kalau tau aku akan sangat mencintai dan menyayanginya seoerti sekarang .
saat ku mulai menutup mata sambil bersandar di dinding , tiba-tiba ada yang mengelap air mataku .
saat ku buka mata , ternyata itu aldi . dia mnghapus air mataku dan membungkus luka di tanganku yg sudah penuh dengan darah dengan sapu tangan miliknya . dia memeluk ku , dan berkata ”bodoh . kenapa kamu melukai dirimu sendiri ? tak ada gunanya kamu melukai tanganmu , itu bukan jalan keluar suatu masalah . ”
aku semakin menangis , dan memeluk aldi dengan sangat kuat , tak bisa lagi ku tahan .. dia menyuruhku untuk pulang kerumahnya saja . karna dirumahku juga bertepatan tak ada org . dya tak ingin aku akan semakin melukai diriku jika aku plg ke rumahku dan sendiri .
akhirnya untuk malam ini aku tidur di rumahnya , dia menyuruhku tidur di kmar nya , biar dia tidur di ruang tamu saja . katanya .

sbelum aku tidur aku berdoa di depan aldi , dan aldi mendengar semua doaku
”ya allah , berikan aku dan aldi kekuatan untuk menghadapi cobaanmu . biarkan aku terus mencintai dan menyayangi aldi , walaupun dia tak menyayangiku . berikan aldi kebahagiaan untuk cintanya , kembalikan
yoan ke pelukannya . malam ini , ku harap semuanya dapat terlewati , tak akan pernah kulupakan kejadian malam ini ,. Ku harap selamanya  aku dan aldi BERSAHABAT . wlaupun cintaku hanya di anggap SEBATAS SAHABAT bagi aldi .  amiend ”
aldi hanya tersenyum ,, dan masih menghapus air mataku .
kami pun tertidur dan esoknya menjalani hari-hari seperti biasanya .
HANYA SEBATAS SAHABAT ..

Cerpen Cinta Romantis

Sore itu aku duduk2 di teras belakang rumah.sambil liatin ikan hias piaraan papa di kolam kecil samping teras.aku masih memikirkan kata2 Vicka teman baikku di sekolah “mau sampai kapan kamu menjalin hubungan terlarang kamu sama Dicky,inget grace kamu udah di jodohin sama Winston!”.”vick..aku itu masih 18 tahun pernikahan ku sama winston itu toh masih nanti kalo aku lulus kuliah.masih 5 tahunan lagi.aku cinta sama Dicky vick.aku gag cinta sama Winston.”..”bukannya aku maksa kamu say..tapi kasian dicky nantinya.kamu bisa lihat kan betapa dicky cinta sama kamu…gimana nanti kalo saat dicky semakin mencintai kamu,kamu malah menikah dengan orang lain.pikirin perasaannya dicky”.

hhuuhh…..Aku menghela napas panjang.rumit nya kisah cintaku…aku hanya ingin bahagia dengan orang yang aku cintai kenapa sesulit ini.bulan depan aku sudah lulus dari SMA itu artinya aku akan ninggalin indonesia.karena mama dan papa ingin aku kuliah di singapore.di kampus yang sama dengan Wins..anak temen papa sekaligus temen kecil aku.orang tuaku dan Wins udah sepakat menjodohkan kami nantinya.awalnya aku setuju2 aja.tapi semenjak aku mengenal dicky semua berubah….. 


“Grace!! Ada telfon dari Wins”teriak mama dari dalam yang memecahkan semua lamunanku tentang dicky
“iya ma.. bentar”
“Halo Grace!”terdengar suara Wins dari seberang sana
“Hai Wins…tumben telfon aku”
“Tumben???bukannya emang 2hari sekali aku telfon kamu yaa??”
“oh eh I iya Wins..lupa..”jawabku gugup
“Lupa??kamu kenapa sih hun?ada masalah ya kok gak konsen gitu.apa aku ganggu kamu nih”
“oh…gak kok wins sory sory….lagi banyak pikiran nih biasa deg deg an nunggu pengumuman kelulusan”
“oh.kamu pasti lulus kok sayang percaya deh sama aku…”
“Wins sory nih aku ngantuk banget telfonnya besok lagi aja ya…muach ” 

Aku langsung menutup telfon wins,jujur aku merasa sangat bersalah pada wins.dia selalu baik sama aku.tapi aku malah kaya gini.aku menuju ke kamarku,aku rebahkan tubuh aku.aku mulai memejamkan mataku.setelah itu aku hanyut dalam khayalan ku tentang Dicky
Esoknya aku menemui Dicky aku ceritakan semua padanya.mulai dari perjodohan ku dengan wins dan tentang rencana papa yang mau nguliahin aku ke luar negri.aku kira dicky akan marah mendengar pernyataan aku,tapi dia malah memeluk aku, 


“aku gak peduli kamu mau menikah dengan siapa nantinya.yang pasti aku bahagia banget bisa merasakan cinta dari kamu.”aduhhh kenapa dicky malah bicara kayak gitu aku malah semakin merasa bersalah padanya
“kamu kenapa gak marah aja sih dik,aku malah jadi makin sedih denger kamu ngomong kaya gitu”
“ada suatu hal yang bikin aku gag sedih kamu punya wins,jadi aku bisa tenang sekarang karena ada yang mencintai kamu dan lebih bisa membahagiakanmu nantinya sayang.karena aku gak mungkin selamanya di samping kamu” 


“sayang…kamu ngomong apa sih??”jujur aku merasa ada yang mengganjal dari kata2 diky tadi.merasa sedih gak karuan.perasaan apa ini
“oiya sayang kamu tinggal 1 bulan kan disini.mending kita susun rencana2 aja yank.pokoknya 1 bulan ini harus kita isi dengan kenangan2 indah yang tak terlupakan.biar gak ada yang menyesal nantinya.okey?”
aku menganggukkan kepalaku,Diky tersenyum padaku,senyum yang aku rasa aneh..
1 bulan terakhirku di indonesia aku lewati berdua dengan dicky.jalan2 ke mall,piknik ke pantai,puncak,hampir semua tempat wisata di kota kami kunjungi.bahagia banget.aku semakin sayang pada dicky.dan semakin gak sanggup meninggalkan dia nantinya.Hari terakhir kami lewati di pantai.Sebuah pantai berpasir putih di tengah desa yang tidak banyak orang yang tahu. 


“sayang”kata dicky…”apa sayy…”jawabku .”apa pesan dan kesan kamu selama 1 bulan ini full sama aku??”
“ya ampunn kaya pelajaran bahasa aja deh kamu pake pesan dan kesan segala”
“hahaha….iya donk mau rekam nih sayang.aku udah bawa alat perekamnya nih”
“ihh ya ampun segitunya…ehmm apa ya…bingung sayang”
“ungkapin apa yang ada di hati kamu.ungkapin semua yang kamu pikirkan tentang aku.siap yaaa”
aku mulai mengungkapkan perasaanku 


“Dicky sayang…makasih banget buat 1 bulan yang indah ini ya.aku gak akan pernah melupakan kenangan kita ini.aku…sangat sangat mencintai kamu.lebih dari apapun dik.maafin aku gak bisa kasih cinta yang sempurna buat kamu.tapi jujur aku sangat ingin hidup berdua dengan kamu selamanya.maafin aku….”selesai aku bicara aku melihat mata dicky menahan air matanya.ya…Tuhan hancur banget rasanya liat dia nangis kaya gitu.aku merasa jadi orang paling jahat sekarang.aku memeluk dicky erat.dicky pun membalas pelukan aku. 


“Grace..kamu jaga diri baik2 ya…kamu harus bahagia.dengan atau tanpa aku sayang.meskipun aku gak ada di samping kamu.tapi aku selalu ada di hati kamu sampai kapanpun”kata2 dicky di ucapkan dengan sangat lembut bahkan nyaris tidak terdengar.tapi hati aku bisa merasakan kepedihan yang sangat dalam di hati dicky.
Besoknya adalah pesta perpisahan di sekolahku.tapi dari tadi aku gak lihat sosok dicky.perasaan kawatir pun muncul di hati aku.aku coba menghubungi ponselnya tapi gak aktif.aku telfon rumahnya pembantunya bilang dicky udah berangkat dari sejam yang lalu.astaga dia kemana.kenapa saat terakhir aku disini kamu malah gak ada dik.kamu dimana??sampai acara selesai dicky gak juga muncul di sekolah.aku berjalan pelan di koridor sekolahku.terbayang masa2 aku dengan dicky.tawa,canda,dan bahkan tangis menghiasi cinta terlarang kami.sayang kamu dimana…aku pengen meluk kamu untuk terakhir kalinya…..sampai di gerbang mama dan papa udah nunggu aku,aku harus berangkat ke singapore hari ini juga.aku menuju ke mobil sambil sesekali menoleh ke belakang berharap dicky datang menghampiri aku.tapi gak ada.aku masuk ke mobil.tapi pandangan ku tetap ke arah belakang.perlahan mobil aku mulai berjalan.belum lama mobil kami berjalan seperti ada yang memanggilku.”Dicky”seruruku 


“kamu kenapa grace..dicky siapa??”
“aku denger ada yang manggil aku mah”lalu aku menoleh ke belakang tapi gag ada siapa2 di sana.tapi hati aku yakin ada yang memanggilku dan itu suara dicky.aku gak mungkin salah.”gak ada siapa2 sayang”kata papa
Aku udah pasrah….mungkin Tuhan belum ijinkan aku bertemu dengan dicky…tapi aku berjanji pada diriku sendiri aku pasti kembali ke sini. 



***

2 tahun kemudian……..
aku mengambil cuti kuliah 1 bulan.dan memutuskan untuk pulang ke indonesia.aku kangen sama mama papa.dan yang pasti aku sangat merindukan dicky.seperti apa dia sekarang….senyumku mengembang membayangkan Wajah Dicky.gak sabar pengen langsung menemuinya.siang itu juga aku pamit sama mama mau pergi ke rumah vicka.sesampai di rumah vicka dia menyambut aku dengan kebawelannya yang khas.
“Gracee!!! Ya ampun kangen banget, kapan sampe sini kok gak kabar2 aku sihh..jahat banget,masuk dulu yuk” 


“iya iya tapi abis ini anterin aku ke tempat dicky yaa..”
Vicka terlihat kaget mendengar ucapan aku.perasaan ku mendadak gak enak.
“kenapa vick??kok kayaknya kamu kaget banget??”
“kita ceritanya di dalem aja yaaa”
sesampainya di dalem vicka suruh aku duduk di kamarnya.vicka kelihatan sangat serius.mau gak mau aku jadi semakin gak tenang 


“kenapa vik?ada apa sebenernya.dicky gak apa2 kan dia baik2 aja kan”
“Grace….maafin aku gak crita soal ini ke kamu.plis janji jangan marah”
“iya aku janji…”
Vicka mulai bercerita
“2 tahun yang lalu saat pesta perpisahan dicky gag bisa dateng ke pesta karena dia mau beliin kamu bunga tapi sayangnya dia malah kejebak macet..hapenya mati dan gak bisa hubungin kamu.saat kamu pulang selang beberapa menit aja dicky dateng dia lari ngejar mobil kamu.tapi mobil kamu terlanjur jauh.dicky teriakin nama kamu sekencang mungkin bahkan banyak yang lihat kejadian itu.lalu ada beberapa tukang ojek yang mangkal di depan sekolah.dicky minjem salah satu motor milik tukang ojek di situ buat ngejar kamu..tapii….”kata2 vicka terhenti.prsaan aku sangat gag karuan saat itu.”tapi apa vik?” 


“tapi naas dicky di tabrak truk dari arah samping grace…..”
“trus dicky gimana dia gak kenapa2 kan vik dia baik2 aja kan?”
“setelah kejadian itu dicky masih bisa bernafas grace.orang2 disitu bawa dia ke RS termasuk aku.aku nungguin dia sampai sadar.ayah dan ibunya gak ada yang dateng.sekitar 1 jam kemudian dokter keluar.dokter bilang dicky ingin ketemu aku”aku masuk ke kamar UGD.aku lihat nafas dicky udah tersengal2 grace.dia nitip tape recorder ini buat kamu.dia bilang aku harus jaga kamu.karena dia udah gak bisa lagi jaga kamu.setelah dia mengatakan hal itu.Nafasnya berhenti grace..Dicky udah gak ada.dia udah tenang di sana sayang….” 


Aku terdiam…tubuh aku jadi sangat lemas mendengar cerita vika.
“grace jangan diem aja kalo mau nangis, nangis aja gak apa2”
“DICKY!!!!!!!!!!kenapa secepat ini vick…aku belum bisa ngebahagiain diaa”aku nangis sejadi2nya.menyesal,dan kecewa kenapa di saat terakhir dicky aku gak ada di sampingnya….andai saja waktu itu aku bisa menunggunya sebentar saja pasti gak akan kayak gini jadinya.andai saja waktu aku mendengar suaranya aku mau berhenti! 


Aku menerima rekaman pemberian dicky dari vika.setelah itu vika mengantarkan aku pulang.
aku masuk ke kamarku.aku rebahkan tubuhku.aku ambil rekaman dari dicky.aku putar perlahan….ternyata itu adalah rekaman suaraku waktu di pantai di hari terakhir aku bertemu dengannya.aku dengarkan sampai selesai.saat kata2ku di dalam rekaman itu selesai aku meletakkan nya di dada ku.tapi ternyata masih ada suara lagi.ternyata dicky menambahkan isi rekaman itu denagn kata2nya. 


Dicky::Grace sayang….mungkin memang kisah cinta kita gak sesempurna yang kita inginkan.tapi kamu adalah yang tersempurna yang pernah aku miliki.aku mencintai kamu melebihi diriku sendiri.suatu saat nanti kalau kita ketemu mungkin kamu udah mengendong anak kamu dengan winston yang manis2.dan aku akan memandang kamu dari jauh sayang.aku ikut tersenyum untuk kebahagiannmu.I love You My Princess… 


Ya..Tuhan..penyeslan yang teramat dalam aku rasakan sekarang…..
Dicky…aku janji aku akan bahagia buat kamu.tenang di sisiNya ya sayang…..I love You My Soumate…..
3 tahun kemudian aku akhirnya menikah dengan Winston.kami di karuniai 2 anak….dan memutuskan untuk menetap di singapore.tapi dicky…selamanya kenangan akan dia tidak akan pernah hilang……
Love U Dicky….

Pasto - Jujur Aku Tak Sanggup

Oh ini kisah sedihku
Ku meninggalkan dia
Betapa bodohnya aku
Dan kini aku menyesal
Melepas keindahan
Dan itu kamu
reff:
Tuhan tolonglah aku
Kembalikan dia
Ke dalam pelukku
Karena ku tak bisa
Mengganti dirinya
Ku akui jujur aku tak sanggup
sungguh aku tak bisa
Dan tlah ku jalani semua
Cinta selain kamu
Tapi tak ada yang sama
Beribu cara kutempuh
Tuk melupakan kamu
Tapi tak mampu
repeat reff
oooo, sungguh aku tak bisa
jujur aku tak sanggup
sungguh aku tak bisa
huuuuu, yeeeee

Selasa, 10 Januari 2012

Macam - Macam Kanker

Penyakit Kanker adalah salah satu penyakit yang begitu ganas dan sangat berbahaya, karena begitu cepatnya perkembangan dan pergerakan penyakit ini. Ada baiknya untuk mengenal lebih jauh tentang berbagai nama penyakit kanker yang menyerang berbagai fungsi organ tubuh. Berikut beberapa nama penyakit kanker yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita :
1. Kanker Otak
Gejala Kanker Otak meliputi : Rasa sakit kepala terus menerus pada pagi hari, dan agak berkurang pada tengah hari, epilepsi, badan lemah, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan, sering mengantuk, perubahan tidak normal pada penglihatan, perubahan pada kepribadian, perubahan pada ingatan, dan terasa sulit untuk berbicara.
2. Kanker Mulut
Gejala Kanker Mulut meliputi : Sering mengalami sariawan pada mulut, lidah dan gusi yang tidak kunjung sembuh sampai jangka waktu yang cukup lama.
3. Kanker Tenggorokan
Gejala Kanker Tenggorokan meliputi : Batuk terus menerus, suara serak dan parau.
4. Kanker Paru-Paru
Gejala Kanker Paru-paru meliputi : Batuk terus menerus, sering keluar dahak bercampur darah, sering mengalami sakit pada daerah dada.
5. Kanker Payudara
Gejala Kanker Payudara meliputi : Adanya benjolan diseputar payudara, mengalami penebalan kulit payudara, perubahan bentuk, sering terasa gatal, sering berwarna kemerahan, dan rasa sakit yang tidak ada hubungannya dengan menyusui atau menstruasi.
6. Kanker Saluran Pencernaan
Gejala Kanker Saluran Pencernaan meliputi : adanya darah dalam kotoran yang ditandai warna merah terang atau hitam, Rasa tidak enak terus menerus disekitar wilayah perut, adanya benjolan pada daerah perut, rasa sakit setelah makan, dan adanya penurunan berat badan.
7. Kanker Rahim
Gejala Kanker Rahim meliputi : terjadinya pendarahan pada periode datang bulan, keluar darah saat menstruasi yang tidak seperti biasanya dan adanya rasa sakit yang terasa luar biasa.
8. Kanker Kolon
Gejala Kanker Indung Telur meliputi : adanya pendarahan pada rectum, ada darah pada kotoran, adanya perubahan buang air besar (diare yang terus menerus atau mungkin sulit untuk buang air besar).
9. Kanker Kandung Kemih
Gejala Kanker Kandung Kemih Meliputi : Keluar darah pada saat buang air seni, rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil, keseringan atau kesulitan untuk buang air kecil, dan terasa begitu sakit pada daerah kandung kemih.
10. Kanker Prostat
Gejala Kanker Prostat meliputi : Kencing tidak lancar, rasa sakit yang terus menerus pada daerah pinggang bagian belakang, daerah penis dan paha bagian atas.
11. Kanker Buah Zakar (Testis)
Gejala Kanker Buah Zakar meliputi : adanya benjolan asing pada buah zakar, ukuran penampungan buah zakar yang membesar dan menebal secara mendadak, sakit pada perut bagian bawah, dada membesar atau menjadi lembek.
12. Limfoma
Jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus, dan sumsum tulang. Jenis kanker Limfoma yang lebih spesifik adalah penyakit Hodgkin yaitu Kanker Kelenjar Limfe dan Limfa.
13. Kanker Leukemia (Darah)
Gejala Kanker Darah meliputi : muka sering pucat, kelelahan kronis, penurunan berat badan, mudah terkena infeksi, mudah terluka, rasa sakit pada tulang dan persendian, dan sering mengalami mimisan.
14. Kanker Kulit
Gejala Kanker Kulit meliputi : adanya benjolan pada kulit yang menyerupai kutil (mengeras seperti tanduk), sering mengalami infeksi yang tidak kunjung sembuh, adanya bintik-bintik yang berubah warna dan ukuran, timbul rasa sakit pada daerah tertentu, perubahan warna kulit bercak-bercak.

Kamis, 01 Desember 2011

Ayah, Selamat Ulang Tahun….

Aku melirik jam weker di sebelah bed lamp. Jarum jam menunjukkan pukul enam pagi. Aku meregangkan otot-ototku yang masih terasa kaku. Aku gerakkan punggungku ke kiri dan kanan untuk membebaskanku bergerak. Hari ini, aku harus sesegera mungkin berangkat ke kantor, atasanku ingin menemuiku. Aku heran mengapa hanya aku saja yang disuruh menemuinya, rekan kantorku yang lain tidak.

            Dengan malas aku melangkahkan kakiku menuju ruang tengah. Terdengar suara seorang wanita sedang bernyanyi di dapur. Angel. Istriku yang tengah hamil enam bulan sedang membuat sarapan untukku. Perlahan aku menghampirinya. Aku memeluknya dari belakang ketika ia mengocok telur.
            “Lagi masak apa?” tanyaku sambil mencumi pipinya.
            “Ini, aku bikin telur dadar buat kamu, sayang.” Jawabnya sambil terus menggerakkan tangannya yang lincah.
            “Oya, semalam ayah kamu telepon, sepertinya dia ingin bicara dengan kamu.” Tambah istriku memulai pembicaraan.
            “Kapan? Kok aku gak tahu?” balasku.
            “Semalam, setelah kamu pulang dari kantor. Ketika aku bilang kamu lagi tidur , ayah kamu mengurungkan niatnya buat ngomong sama kamu, lagian beliau kan tahu kalo kamu lagi tidur, gak mau diganggu, susah dibangunin lagi,” jawabku istriku.
            “Ya, biar aku telepon nanti, mungkin Ayah Cuma ingin tahu kabarku di Bandung,”
*** 
            Namaku Johan, usiaku saat ini 29 tahun. Di usiaku yang masih muda ini, boleh di bilang aku termasuk pemuda yang beruntung. Aku bekerja di salah satu kantor keuangan di Bandung sebagai akuntan. Di antara semua karyawan yang ada di kantor, aku adalah anak kesayangan atasanku. Ia sering memberiku gaji tambahan karena aku biasa mengerjakan pekerjaan tepat waktu dan boleh dibilang memuaskan daripada karyawan yang lainnya. Kesuksesan ini tidak aku dapatkan secara instan dan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Aku masih begitu ingat, betapa semangatnya ayahku yang bekerja sebagai cleaning service untuk membiayaiku sekolah meski aku tahu, penghasil ayah saja pas-pasan untuk makan sehari-hari.
            “Yah, aku mau berhenti sekolah saja,” jawabku suatu ketika, saat aku duduk di bangku kelas dua SMA.
            “Untuk apa?” tanyanya sambil melirikku dengan tatapan kurang setuju.
            “Aku tidak mau Ayah terbebani dengan biaya sekolahku,”
            Ayahku tersenyum, “Kamu gak usah mikir biaya sekolah kamu, itu urusan Ayah. Kalau kamu berhenti sekolah, sama saja kamu mematahkan semangat Ayah. Ayah tidak mau kamu nantinya seperti Ayah yang hanya tamatan SD ini,”
            “Iya, Yah. Tapi, apa Ayah masih sanggup membiayai sekolahku?”
            Ayah mengeluarkan dompet dari kantong celananya, dompet yang lusuh, robek di sana-sini, “Biar dompet Ayah ini sudah tidak layak pakai seperti ini, tapi bisa membiayai kamu sekolah. Ayah akan melakukan apa saja untuk bisa menyekolahkanmu, karena Ayah ingin kamu sukses,” jawabnya sambil menunjukkan dompet lusuh itu padaku, anak satu-satunya.
            Aku tersenyum lebar, “Terima kasih, Yah! Nanti, kalau aku sukses, pasti aku ganti dompet Ayah yang lusuh itu dengan yang lebih bagus,” jawabku.
***
            Telepon genggamku berdering keras ketika aku tengah sibuk menyelesaikan pekerjaanku. Aku yang sedang meyusun laporan keuangan perusahaan – yang harus diselesaikan dengan segera – menghentikan aktivitasku sejenak. Aku merogoh telepon genggam di saku celanaku. Ku lihat di layar, tertulis nama Ayah sedang menelponku.
            “Halo, Yah!” jawabku segera.
            “Halo, Joe! Sedang apa?” tanyanya.
            “Ini nih, aku lagi sibuk nyusun laporan keuangan, mesti diselesaikan hari ini, Yah! Ada apa, Yah? ” tanyaku.
“Tidak apa-apa, Ayah hanya sekedar ingin ngobrol saja,”
“Oh, jangan sekarang ya, Yah! Nanti Johan telepon lagi! Pasti Johan telepon,” janjiku.
“Baiklah,” jawab Ayahku.
***
Jam sepuluh malam, aku baru tiba di rumah. Dengan pikiran yang lelah, aku memasuki rumah. Aku baru pulang dari kantor. Ketika jam kerja sudah habis, aku masih harus menghadiri meeting, menemani atasanku. Istriku menyambut, ia langsung meraih tasku dan membawanya ke kamar. Aku menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu, melepaskan lelah yang tengah menghampiriku. Aku merogoh kantong celanaku. Aku raih telepon genggamku yang sengaja aku nonaktifkan saat meeting. Aku berniat mengaktifkannya namun aku urungkan.
“Kenapa baru pulang jam segini?” Tanya istriku sambil duduk di sebelahku. Ia menyandarkan kepalanya tepat di dadaku.
“Aku habis dari meeting, Pak Robi mengajakku bertemu dengan client-nya.” Jawabku sambil membelai rambut istriku.
“O ya, tadi aku sama temen aku beli ini,” tiba-tiba istriku bangkit dan mengambil sesuatu dari plastik putih yang ada di meja.
“Apa ini?” tanyaku sambil membukanya.
“Sebulan yang lalu, kamu kan pernah bilang kalo kamu pengen beliin dompet itu buat Ayahmu, ya udah, tadi mumpung lagi ada uang lebih aku beliin,”
“Terima kasih, sayang!” ucapku sambil mengecup keningnya.
Istriku memang sangat perhatian, bukan hanya denganku tapi, dengan anggota keluargaku. Aku ingat benar, betapa tulusnya ia menerima keluargaku yang berasal dari kalangan ‘kurang mampu’. Aku masih ingat, betapa ia tidak mempedulikan statusku. Bukan hanya aku yang senang padanya, anggota keluarga begitu senang terhadap sikap baik Angel. Seperti hari ini, dia membelikan dompet yang ingin aku berikan untuk hadiah ulang tahun Ayahku. Sudah lama aku ingin membelikannya dompet itu untuk ayah, tapi aku selalu saja mengurungkan niatku itu, karena masih ada hal lain yang harus aku penuhi.
***
“Ayah,” panggilku dari kejauhan ketika kulihat Ayahku sedang berdiri di sebuah pintu yang begitu terang. Entahlah dimana aku tidak tahu.
Ayahku hanya menoleh padaku, dia tersenyum, kemudian kembali memandang pintu itu lagi.
“Ayah,” panggilku lagi. Ayahku melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
Aku mendekatinya. Matanya terlihat cerah di usianya yang beranjak 65 tahun. Aku melihat wajahnya berseri-seri.
“Ayah, selamat ulang tahun, ini untukmu,” kataku sambil memberikan dompet yang dibelikan istriku.
Ayahku tersenyum menerimanya. Ia terlihat begitu beda.
“Terima kasih anakku,” jawabnya pendek.
Aku tersenyum membalasnya. Lalu, ayahku kembali memandang cahaya terang yang ada di hadapannya. Ia berjalan seolah mengabaikan aku yang ada di dekatnya.
Aku terus memanggilnya, “Ayah, mau ke mana? Ayah…. Ayah… Ayah… mau ke mana?” panggilku. Aku berlari mengejarnya, namun sia-sia sepertinya ia tak mendengarku.
***
Jam tiga pagi, Angel terbangun ketika mendengar suaminya sedang menggigau.
“Sayang, bangun! Sayang!” ucap Angel membangunkan suaminya yang tengah menggigau menyebut Ayahnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Dada suaminya basah berkeringat. Angel bingung harus melakukan apa.
“Ayah!” seru Johan kemudian tersadar dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah.
“Sayang, kamu kenapa?” Tanya Angel panic.
Johan tak menjawab. Ia mencoba mengontrol nafasnya yang masih naik turun, terengah-engah seperti habis lari. Angel beranjak dari tempat tidur dan mengambilkan segelas air putih untuk suaminya itu.
“Minum dulu,” ucap Angel yang masih diliputi kebingungan.
“Mana handphone-ku,” kata Johan setelah meneguk air putih samba mencari handphone-nya.
“Ini, sayang!” Angel meraih handphone yang berada di dekat bed lamp dan memberikannya pada Johan.
“Kamu kenapa?” Tanya Angel yang masih penasaran dengan kejadian yang baru saja dialami oleh Johan.
“Aku mimpi Ayah,” jawabnya pendek sambil berusaha mengaktifkan handphone yang dimatikannya sejak ia meeting.
Terlihat beberapa pesan masuk di layar. Johan mengabaikannya. Ia sesegera mungkin mengontak Ayahnya. Johan baru ingat, kemarin ia berjanji untuk menelepon Ayahnya tapi, diingkarinya. Lama Johan menunggu teleponnya tersembung tapi, tak ada yang mengangkat teleponnya. Johan kemudian membuka beberapa pesan masuk di handphone-nya. Beberapa pesan masuk itu dari Angel, teman Johan dan Ayah! Tanpa piker panjang, Johan langsung membuka satu persatu pesan dari Ayahnya tersebut.
Sms pertama, “Nak, kapan pulang? Ayah ingin bertemu, sudah hampir dua tahun ini tidak pulang.”
Sms kedua, “Johan, Ayah masih menunggu teleponmu, aku ingin tahu kabar kehamilan istrimu,”
Sms ketiga,”Johan, kenapa HP mu tidak bisa dihibungi? Kamu marah sama Ayah?”
Sms ketiga, “Johan, ayah kamu masuk rumah sakit lagi. Jantungnya kembali bermasalah, ibu butuh bantuanmu, pulanglah… ayahmu ingin bertemu.”
Sms keempat, “Johan, innalillah… ayahmu meninggal, pulanglah….”
Betapa terkejutnya Johan membaca pesan terakhir yang masuk sekitar empat jam yang lalu itu. Ia benar-benar kaget dan tak percaya ketika membacanya. Ia meremas rambutnya. Air matanya tak kuasa ia tahan lagi. Ia menangis menerima kabar kematian Ayahnya itu.
“Ada apa sayang?” Tanya Angel panic.
“Aku menyesal, Ngel! Harusnya kemarin aku telepon Ayah,” ucap Johan dengan suara yang bergetar.
“Ada apa?” angel bertanya semakin tidak mengerti.
“Ayah meninggal,” jawab Johan pendek.
***
Aku berjalan dengan putus asa menyusuri pemakaman umum tempat Ayahku dimakamkan. Dengan pakaian serba hitam, aku menuju makam Ayahku. Ayahku meninggal karena serangan jantungnya. Harusnya, aku berada di sampingnya saat-saat terakhir ia membuka matanya tapi, aku justru tidak bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Ya Allah… kenapa harus begini?
Aku tak henti-hentinya menangis di depan makam Ayahku. Lama. Istriku juga begitu, ia juga trelihat sangat berduka dengan kepergian Ayahku. Sesekali aku menciumi batu nisan Ayahku. Aku ingin sekali mencium pipinya. Tapi semua telah terlambat. Hal itu hanya memuat penyesalan di dadaku semakin berat.
“Harusnya aku ada di sampingnya saat ia menghembuskan nafas terakhir kalinya,” ucapku dengan suara bergetar.
“Sayang, sudahlah, kita ikhlaskan kepergiannya,” sahut istriku.
“Ayah, maafkan Johan, Johan sering mengabaikan Ayah dengan pekerjaanku. Tadi, aku lihat di kantong Ayah masih ada dompet lusuh yang berhasil membuat Johan sukses seperti sekarang. Heh… rupanya Ayah masih memakainya. Yah, menantumu membelikan dompet baru untukmu, harusnya aku bisa memberikannya saat ulang tahun Ayah dua bulan yang lalu. Ayah, aku menyesal tidak melakukan itu. Harusnya Ayah bisa menerimanya saat ulang tahun Ayah,” kataku dalam hati, merenungi apa yang telah aku lakukan selama ini. Menyesal. Aku benar-benar menyesal kini.

THE PRINCE OF DRIZZLINGS

Sore itu....hujan menemaniku di taman kota. Eah...aku tak pernah menginginkan hari ini. Aku gagal meraih beasiswa untuk masuk perguruan tinggi terbaik di kotaku,,,sungguh menyebalkan . perasaanku hancur...otakku seakan ingin kupecahkan.
Bagaimana bisa...impianku ini hancur seketika padahal awalnya akulah yang lolos untuk beasiswa ini tapi...hanya gara-gara anak walikota yang nggak terlalu pinter ingin terlihat cerdas dengan gampangnya orang tuanya mengancam pada ayahku. Sempat orang tuaku tetap keukeh mempertahankanku tapi..apalah daya ortuku hanyalah seorang pejabat kota dibawah walikota yang diktator itu. Bukan tanpa sebab ataupun ayahku matre tapi,,ibuku di vonis penyakit serviks yang harus membutuhkan banyak biaya.

lho koq aku nggak keujuanan sich..?? tersadar aku akan  keadaan ini karena ku tak lagi merasakan butiran air mata alam.
“ Celia..jangan basahi ragamu dengan sebongkah kesakitan alam. Riko sayang celia sangat. Jangan pernah hancurkan dirimu karena tertundanya keberhasilanmu” riko memegang erat tanganku dan menghapus airmataku , tak jua lepas payung dari tangan kirinya.

flashblack on
3 tahun lalu..
aku masuk sebuah SMA terbaik di kotaku bukan sombong tapi..aku mendapatkan beasiswa karena kelincahanku berfikir di masa lalu. Eah di sekolah ini ku tak punya teman..sahabat...or yang lain. Semua temanku tak ada yang lolos untuk memasuki sekolah terhebat ini kecuali satu...sebut saja dia Dika. Dia tak terlalu pinter maupun aktif dalam kegiatan sekolah. Dia hanya bisa memainkan gitar yang selalu dibawa dan membuat semua cewek termabuk kepayang padanya. Ups..tidak untukku...aku sangat membencinya dia selalu menginginkan apa yang aku inginkan. Dia hanya mengadu ayahnya :
 “Pap..aku  ingin ini...ingin itu...” selalu terlaksana..iih nggak banget kan..?hupft
Hmm...tak hanya masa kelam koq. Ketika ku bingung dengan luasnya bangunan sekolah baruku
 suddenly....ada sebuah tangan terulur dengan senyuman manis. Waw..amazing..untuk pertama kalinya dalam hidupku aku masuk khayalan bukan karena menjadi siswa terbaik..orang sukses..atau miss indonesia tapi, menjadi seorang princess di jemput sang prince..oouwh Tuhan inikah the love at first sight??
“hmm..aku tahu..aku bukanlah pangeran mobil putih maupun pembalap GP tapi..untuk pertama kalinya aku minta kenalan pada seorang cewek...”katanya membangunkanku dari dunia khayalanku.
“eh...sorry..nggak ada niat Cuma sedikit konslet otakku gara-gara pusing nyari kelas coz pas pembagian kelas aku sibuk nyari flashdiskku yang hilang” jelasku.
“oouwh...nak X5 kan..??yukz ikut ama aku..kamu harus mau duduk di sebelahku!!!” paksanya mengejutukanku. Aneh sekali cowok sedingin ini mampu membuka sebuah permintaan. Aaah maksa banget..tapi..’ngeh’ banget di hatiku. Eah...dia adalah cowok seindah gerimis...mampu menemaniku dalam segala kondisiku..dia selalu tahu tentangku tanpaku bercerita. Meski kelas XI dan XII kami nggak bareng karena beda aliran (hehe maksudku beda jurusan,,lho koq kaya bis neh). Intinya dia memberikan segala cintanya tanpa menolak cinta yang aku berikan jua.

Flasblack off
Tanpa mengatakan sepatah kata pun aku memeluk tubuh riko dan lagi-lagi dia menguatkanku dengan hangat sentuhannya.
“riko..tahu darimana celia kaya gini disini???” kumulai bersuara dengan mendongakan kepalaku.
“tak usah ada yang memberitahu Riko..celiaku sayang. Pasti riko datang untuk menjadi celia’s hero” dia menjawab dengan bergaya bak pahlawan bertopeng. Eah meski geje banget..cowok gerimis ini mampu membuatku tersenyum. Oh God..jangan biarkan aku lepas darinya.

.....................

Lagi...dan lagi... aku duduk berlamun dibawah gerimis
What..??aku nggak merasakan gerimis..hmm pasti riko. Tak pikir panjang aku membalikkan badan dengan mata tertutup untuk memeluk sang pujaan hatiku.
“hey..are you fine?? How about your life??” ucapnya.
Hah..masaa riko tanya gitu sich..ku dongakan kepala seperti biasanya.
“Sayangnya celia koq tany.....”aku terbata-bata karena bukanlah riko dihadapanku tapi..sang angkara murka perusak hidupku...”DIKAAAA,,,!!!!!!!!” kagetku setengah hidup.
Dia hanya tersenyum...
“ngapain loe disini..pake acara mayungin gue lagi. Apa yang loe mau..gue dah nggak punya apa-apa. Bukankah kecerdasan mampu kau beli..hah PICIK” sambil lalu ku pergi.
Tiba-tiba dia menyegahku...dia memegang dan memeluk erat tubuhku hampir aku tak bisa bernafas. Aargggh...
“ tinggalkanlah dia untuk ku..satu detik saja jangan pernah pergi dari jiwaku. Mampukah kau merasakan cinta yang teramat sulit kuutarakan beribu hari dan bertahun-tahun???”pintanya diluar logika.
Baaakkkk....tamparanku sampai di pipinya yang tak berjerawat itu. Tanpa melihat wajahnya aku berlari pulang.
“ celia...kamu nggak pernah tahu dalamnya aku. Ketika aku tak lagi....” whatever kata-katanya yang hampir hilang karena ku sudah jauh dari jaraknya.

......................

Ku buka facebook...ada sebuah inbox.
            From   : Riko Brahmana Rikcellone
            To        : Celia Violetania Rickcellone
            Title     : sebuah permintaan diluar hati bukan paksaan
                        Celiaku... my prince of  drizzling. Will you help me just this time??riko tahu celia pasti bingung..ku begitu sakit melihat celia berada dalam pelukan Dika (what...riko tahu..berarti..hmm begonya aku nggak menjelaskan padanya). Jangan takut Riko marah..justru riko bahagia banget karena ku lihat dirinya nyaman sekali berada disampingmu. For this time..i ask u to make him happy,,please !!! (apa???riko merelakan hatinya untuk cowok tengil penghancur hidupku..NO..I CAN’T).
Hmm...aku bingung tak terkendali namun,,aku tak ingin menanyakan apapun..yang kubutuhkan hanya sendiri. Ku pergi ke tempat favouritku..taman kota.

.............

Hanya sekeping perjuangan yang kulakukan untukmu. Namun,,dirinya lebih dan selalu tahu akan kamu di setiap gerimis dan tangismu aku ada bukan karena aku tahu tapi..karena dia yang memberitahuku. Setiap kau terluka..ku tak paham meski aku selallu mencoba mengerti. Pergilah ke MEDIKA kamar VIP no.1. tenangkanlah dia..peluklah dia hingga dia merasakan arti hidup selama bernafas. Akulah pangeran gerimis tapi,,dialah alam yang menyuruhku turun.

Hmm..kuremas note kecil itu,,,ku langsung pergi ketempat itu.
Ku ketok pintu kamar rumah sakit itu....dilihatnya sekelilingnya hmm...aneh di rumah sakit koq banyak bunga dan balon berwarna pink..seperti velintine’s party. Ku lihat Dika terbaring di kasur.(wah si tengil bisa sakit jua..pasti kaya di film-film dech umur dia bentar lagi..lah nggak kan mampu membuatku menyesal)pikirku sinis.
“Suuuurpriseeee..”.semua anak alumuni angkatanku berhamburan.
iih najis banget..apa-apaan ini..what ada riko jua...semuanya cengengesan tapi..tidak untuk riko. Dia diam memegang perutnya. Aku marah bukan kepalang pada riko,,apakah yang akan dia lakukan dengan para sahabat Dika. Tapi..tunggu dech,,,kenapa riko memegang perutnya terus.(perasaan yang sakit Dika dech)
“maukah kau menjadi milikku..??”Dika menggenggam tanganku seraya memberikan bunga mawar..it’s so bad to me.
Tanpa diduga Riko jatuh dan pucat..semua orang panik terutama aku. Riko di bawa anak-anak ke tempat tidur.
“eh anak urakan..apa yang loe lakuin ke cowok gue??gue dah bilang berhenti buntutin hidup gue. Belum puas loe ngrebut semua yang gue mau hah???” nadaku mulai meninggi.
Kami semua berdiri mengelingi tempat tidur Riko. Dan ada salah satu dari kami yang berlari mencari dokter.
“ini pasti gara-gara loe..gimana ne ama cowok gue?”aku menyalahkan Dika kembali.

Riko mulai membuka matanya...wajahnya begitu pucat... tapi..dokter tak kunjung datang
“Dika..jaga celia untukku..ku tahu kau sepupuku yang berkelakuan aneh tapi..kaulah yang berhati baik. Aku paham sejak dulu kau selalu ingin menyayangi celia padahal kau selalu ingin menjadikan celia pendampingmu kan?umurku hanya detik ini kronisku tentang ginjal ku tak tertahan. Celia..sekalipun akulah sang pangeran gerimis bagimu tapi,,Dika lah getaran alam yang menyerukan gerimis itu turun tukmu..celia”kata Riko.
Riko menyatukan tanganku dengan tangan dika. Aku hampir menolak..tapi,,ku lihat riko sangat menginginkan itu dariku. Tubuh riko menggigil..wajahnya semakin pucat..dia terus memegangi perutnya. Hingga ajal menjemputnya. Dia tertidur tuk selamanya. Dia begitu indah pergi dengan senyuman.aku mencium kening riko tuk terakhir kalinya. Hingga ku tak kuasa ku jatuh pingsan. Ketika terbangun yang kuingat hanyalah....
“tetaplah jadi..my princess,,tapi..ku ingin kau hidup lebih lama dan Dika adalah informantku selama ini. Ingatlah celia sayang...Cintaku kan ku bawa hingga gerimis sampai di surga” itulah kata terakhir Riko sebelum nyawanya terenggut.
Aku menangis sejadi-jadinya. Riko...kan slalu ku bawa cinta ini dalam kehidupan dan kekelannya.

10 tahun berselang...
Di samping batu nisan ku titikan air mata senyuman bersama Dika...
“Riko....Celia datang ama Dika...kenalkan ini Rikcellone anak kami...ku tak pernah melupakanmu dan dika menjagaku dengan baik..bahkan dika terima celia walaupun celia selalu memikirkan riko. Riko di sana bahagia kan..??”airmataku sungguh deras.
Kami pulang dengan di sambut gerimis dan selalu ku ingat.. Cinta kan terbawa hingga gerimis sampai di surga.

Aku Masih Mencintaimu

Kebiasaanku saat masih SMA saat itu adalah membaca buku cerita atau novel sendirian di taman sekolah, hampir aku lakukan setiap hari. Hingga datang seorang cowok asing duduk disebelahku yang sedang membaca buku pula, aku hanya melirik dan dia akhirnya yang angkat bicara.
“ehm… maaf, aku boleh duduk sini kan..?”
“boleh aja, gak ada yang ngelarang, toh ini juga milik sekolah, siapa aja boleh pakek dong”ketusku dengan nada tak suka yang memang aku merasa terganggu dengan kedatangannya.
“kenalin, aku danar” sembari mengajak berjabat tangan.

“nia, kamu kelas berapa kok aku belum pernah liat kamu sebelumnya..?” tanyaku mulai mengembangkan senyum, dan ketika aku melihat wajah danar, cukup tampan dan tak jenuh untuk dipandang, manis sekali.
“3 Ipa 2, mungkin kamu yang nggak pernah mau bergaul dengan kelas lain, sampai-sampai tidak mengenal aku yang hampir 3 tahun sekolah disini”

“ya maaf, aku kurang suka aja, abisnya mereka gak sebanding sama aku, aku kan gak suka jalan-jalan, sedangkan mereka semua anak orang kaya yang suka jalan-jalan, ngabisin uang orang tuanya”
“nggak juga, ada yang nggak kok. Oh iya, aku perhatiin kamu sering banget kesini duduk sendiri, emang nggak pengen ditemenin ya..??”

“hobi sendiri, udah dulu ya, mau kekelas” sergahku cepat karena aku melihat sepasang mata yang sedang memperhatikanku dengan danar. Aku segera lari kekelas karena takut dicegah atau dicegat oleh danar ataupun oleh cewek itu.
Sejak kejadian itu, aku tak pernah berhenti memikirkan danar, terlebih sekarang sudah mulai dekat. Dimulai sms’n dan telfonan. ‘apa artinya ini, jangan sampek aku suka sama cowok yang udah punya cewek’, pikirku.
“hayyo.. ngelamun aja, mikirin danar ya..??” ledek sahabat dekatku.
“iya des, kenapa ya..??”

“ye… itu mah tanda-tanda jatuh cinta”
“sok tahu ah”
“iya, siapa juga yang sok tahu, aku juga pernah ngerasain kok, tapi aku saranin ati-ati aja sama dian”
“dian..? cewek yang selalu merhatiin aku itu maksud kamu..?”
“ya iyalah, kamu ini belum tahu ya ternyata, sekarang aku tanya, cowok paling keren, baik hati, tampan, trus gak sombong, sampek2 di jadiin favorit itu siapa coba..?”
“gak tahu lah.. emang siapa?”
“ya danar, tapi kasian dia, udah dijodohin sama orangtunya buat nikah sama dian, makanya dian sok berkuasa, padahal sifat dian sama danar itu beranding terbalik, dan kabar lagi klok dian itu cewek nggak bener”

“hush… nggak boleh ngatain orang sembarangan lah, nggak baik nyebar fitnah yang nggak2 desi”
“ya  udah klok nggak percaya, aku mau makan dulu laper ini”
Aku hanya membalas dengan senyuman saja, senyuman yang sama seperti biasanya, senyuman yang biasa aku lemparkan untuk semua sahabat-sahabatku, termasuk danar. Walaupun aku diam-diam mulai menyayangi danar tapi aku coba untuk memendamnya dan biarkan ditelan oleh waktu, sekalipun gossip antara aku dan danar sudah mulai membengkak, aku akan terima semua, termasuk dian yang sebentar lagi akan mendatangiku (labrak). Oke… aku akan terima semua dan aku jelaskan semua.

Sekolah berakhir untuk hari ini, harus pulang cepet dan beres-beres rumah karena kakakku akan pulang dari bandung. Tapi naas banget, dian dan kawan-kawan udah stand by di gerbang dan aku tahu apa yang akan dia lakukan.

“heh.. cewek blagu, yang suka centil sama cowok orang lain..?” ketus dian.
“kamu panggil aku?” aku masih menunjukkan muka tenang seolah tak akan terjadi apa-apa.
“ya iyalah, masih nggak ngerasa aja lo” dian sudah siap ingin menampar aku tapi sebelum itu terjadi danar datang dan menghadang dian.
“dian,  lo gak usah blagu, jangan mentang2 ortu gw  njodohin kita, jangan se enaknya ngatur hidup gw, kita blom sah jadi suami istri, jadi jangan coba-coba ikut campur urusan gw, semua apa yg gw lakuin bukan urusan lo. Ngerti….!!!!”

“tapi kan sayang….” Belum selesai dian berbicara sudah ditinggal danar dan nia.
“kamu nggak apa-apa nia?”
“nggak kok makasih ya..?” niatku ingin menjauh dari danar tapi kalah cepat dengan genggaman tangannya.
“nggak usah kayak gitu nia, aku nggak suka kamu menjauhi aku,, apa kamu nggak ngerasain apa yang aku rasain..?”
“maksud kamu..?”
“aku sayang sama kamu, aku pengen hidup selamanya sama kamu, bukan sama dian, aku udah tahu semuanya tentang dian, aku nggak mau itu terjadi”
“maaf danar, aku nggak bisa. Kamu udah dijodohin sama orang tuamu, jadi hargai mereka, walaupun aku juga sayang sama kamu, aku akan menjauh dari kamu dan memendam rasa ini” selesai berkata aku berlari dan langsung naek kendaraan umum.
Aku sengaja menjauh dari danar, dan tak pernah kasih kabar untuknya. Sampai kuliah pun aku tak pernah kasih tahu dimana tempatnya.
***
Sekarang, memang ada rasa nyesel tapi turut berbahagia juga.
“hayo, ngelamunin apa?”
“eh kak adit ngagetin aja, nggak ngelamunin apa-apa kok. Kakak mau nikah kapan..?”
“nunggu kamu abis sarjana aja lah, kenapa emangnya dik..?”
“nggak apa2, Cuma Tanya”
“kakak tahu semuanya”

“hem.. bagus deh” aku hanya melempar senyum dan kekamar beres-beres kemudian berangkat ke kampus.
Memang tak terasa wisudaku sudah di ambang pintu, tapi rasanya aku masih ingin meneruskan kuliahku,, ah.. nggak mungkin, mau bayar pakek apa,, sedangkan duit aja nggak punya. Saat duduk sendiri, aku melihat dian kekampusku, ‘mau ngapain dia’ pikirku. Ternyata dian selama ini satu kampus denganku, kenapa aku tak pernah menyadari itu ya..?

Aku sudah wisuda, dan sebentar lagi bekerja, tapi kakakku tak kunjung menikah malah mau menunggu aku yang menikah duluan, aneh banget lah. Dan tak terasa pula hari pernikahan danar dengan dian telah tiba , aku terpaksa menghadirinya karena bujukan kak adit, kakakku sendiri. Akad nikah pun akan dilaksanakan, tapi sial mungkin saat menyebut nama mempelai wanita bukan menyebut nama dian, tetapi menyebut namaku. Aku bingung, kenapa jadi begini dan tak bisa berkutik sama sekali, hal itu pun terulang 3 kali sampai akhirnya orang tua danar bertanya kepada danar.

“danar, jangan bikin malu papa”
“siapa yang bikin malu papa, danar nggak bisa nyebutin nama dia, danar Cuma pengen sama nia pa”
“siapa nia..?”

“nia itu, dia” danar menunjuk aku dan semua mata tertuju padaku, aku tak tahan dibeginikan, akhirnya aku mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat ini. Tapi kalah cepat lagi dengan danar..
“pliss nia, jangan menjauh dari aku, aku sayang banget sama kamu, aku Cuma pengen nikah sama kamu.” Tanpa memberiku kesempatan berbicara, aku diajak untuk duduk bersebelahan dengan danar. Aku hanya diam saja sekalipun dinikahkan dengan danar, yang bisa aku lakukan hanya menangis bahagia.
“danar, makasih ya, kamu masih menyimpan rasa cinta dan sayangmu untukku”
Danar tersenyum “rasa cinta dan sayangku tak akan pernah terganti oleh siapa pun nia”
Air mata dan senyuman bahagia selalu berkembang dan merekar indah…

TAMAT