Pages

Selasa, 17 Januari 2012

Rasa Yang Terpendam

Kreek … ku buka pintu kelas. Ya , lagi-lagi aku orang pertama yang datang dan masuk ke kelas . ku lihat koridor hanya ada beberapa orang yang lalu lalang disana , sementara jam sudah menunjukkan pukul 07.15 .

“ah , sunyi sekali sekolah ini” batinku dalam hati.

Tak lama kemudian teman-teman sekelas ku mulai berdatangan . saat aku melihat ke pintu , orang yang selama ini berperan penting dalam hidup aku sudah datang . jelaas , dia sahabat aku .melihatnya datang dengan spontanpun aku melontarkan senyum padanya .

“aku mau ceritaaaa” teriakku dengan semangat padanya

“iya , ceritalah” dengan senangpun dia langsung duduku disampingku.

Ya , selama 2 tahun kami selalu berbagi cerita .tanpa kata bosan setiap pagi kami selalu berdua berbagi cerita .

“tadi malam aku BBM sama dany ky . dia janji katanya liburan kesini” cerita dengan senang .

“iya ? baguslah .tapi jangan terlalu berharap” sarannya yang sedikit kurang percaya dengan ceritaku

Dany , mantan aku yang jauuh disana . ya , dekatlah dengan kampong sahabat aku ni .haha.terkadang ada kata cemburu yang dia ucapkan saat aku selalu bercerita tentang dany . menurut aku sih wajar laah ya cemburu sama sahabat .

Saat istirahat aku melihat dia sedang sama putri . ngeliatnya aja aku udah panas . ya ampuun , nyebelin bange tuh anak .

“ko dekat-dekat dengan dia , aku cemburu !” ucapku kesal

“haha , kan cuma kawan.ciee , cembur wak yuni” jawabnya dengan penuh candaan.

Kata cemburu antara kami itu udah sering dan biasa . selagi hanya cemburu dengan sahabat gapapa dong ya .

“ky ,… dany” ucapku sedih

“kenapa?” tanyanya dengan serius

“dia balikan dengan mantannya , terus dia bilang gak janji mau kesini” ceritaku dengan sangaat kecewa

“haha , kan udah aku bilang jangan berharap , yang jauh tu jangan diharapin .yang dekat kan masih banyak” jawabnya

“tapii kan dia udah janji , harus tepatin dong” ucapku sedikit emosi

“itulah janji cowok gak ada yang bener .haha , desember kelabu” ucapnya yang sedikit meledekku .

“alaaah , ko juga nanti ngerasain februari kelabu .huuu” kembali ku meledek tentang mantannya

“ah , ko ni” ucapnya sedikit kesel .

Selama 2 tahun ini , kami tak pernah kelai , kami selalu berbagi cerita , tertawa , bercanda , menangis , belajar , nyontek , kerjasama , curang dalam hal nilai bersama-sama .

Dan saat kami kelas 3 , kami satu kelas lagi . Allah memang baik ya , gak mau pisahin kami .haha.

Tapii hal yang aku benci akhir-akhir ini adalah sifatnya yang jauh berbeda dengan dia yang dulu ku kenal .jadi sering ngambek tanpa sebab , sensitive , dan suka ngebentak .

Aku paliing benci di bentak , apalagi kalu balas sms dengan tanda seru . pernah waktu itu disekolah dia bentak aku , aku spontan nangis depan dia .

Waktu lagi pelajaran b.indonesia , aku ngoreksi LKS dia , dia ngoreksi LKS aku . kami selalu bertukar dari duluu .saat ngoresi tiba-tiba dia ngomong.

“aku sebenarnya gak mau negur ko” ucapnya dari jauh dengan muka yang menyeramkan

“kenapa?” tanyaku sedikit bingung .

“perasaan aku gak ada bikin salah” batinku dalam hati

“pokonya aku malas.” Jawabnya singkat .

Kepal aku serasa lagi di panggang , panaas kali rasanya , mungkin udah keluar tanduk waktu itu .

3 haripun kami lalui dengan diam-diaman seperti tidak kenal . tapi selama jam pelajaran , dia selalu melihat kearah aku , tapi pas aku liat balik dia malah malingkan muka .iih . nyebeliin banget.

Selama ngambekan itu aku deket sama eka , aku cerita sama dia tentang masalah ini . dia pun melihat dengan sangat panas , sengaja deh aku makin deket sama eka biar dia tambah cemburu .

Minggu pagi aku bangun , berharap deh ada sms dari dia , eh ternyata gak ada.ya udah deh aku siap-siap aja ke acara motivasi dari sekolah , aku kebagian yang pagi .pas nyampe disana , ternyata dia juga yang pagi . ya ampuuun , malees bget harus jumpa dia lagi .ddukny sederet lagi. Sesekali dia melihat kearah aku , pas ak ngeliat dia juga ngeliat .

Pas sorenya aku bangun tidur ada sms dari dia .langsung aja aku tanyakin.

“ngapa ko diamkan aku gitu?” tanyaku sedikit emosi

“maaf ya , aku gondok gak jelas kemaren. Maaf” jawabnya dengan bersalah

“iya tapi jangan gitu lagi ya” jawabku

“iya , waktu kita tak teguran ko main dengan eka ya? Tanyanya serius

“iya , abis aku bingung mau cerita dengan siapa” jawabku singkat

“iih , aku cemburu betul ni , jangan main dengan dia lagi ya .ada aku disini Dicky Andeska” ucapnya .

“iya ,ko juga jangan dekat dengan putri, aku cemburu” pintaku balik padanya.

Pas pagi itu rasanya aneeh bangeet baru baikan , kayak malu-malu gitu ,tapi bodo ah , sahabat sendiri aja . aku samperin aja deh langsung . udaah deh kondisi balik ke awal .

Pas jam kosong tuh aku duduk dengan eka , ceritain kalau kami udah baikan . udah gitu kami nyanyi sama-sama . eeh , pas aku liat kearah dicky dia malah pegang tangan putri , ya udah ak pura-pura gak liat aja lanjut nyanyi bareng ekaa .

Pas istirahat di jalan mau ke kantin dia narik tangan aku , udah gitu di hempas sambil ngomgong .

“ko tu cuma bisa diucapkan dengan lisan , tapi gak dilaksanakan dengan perbuatan” ucapnya marah langsung pergi ninggalin aku .

Aku masih bingung maksudnya apa coba . pas pulang dari kantin , gentian aku narik dia .

“ngapa ko ngomongn gitu tadi” tanyaku sedikit bingung ,maklumlah aku ni kan tulalit .

“ko tu , bilangnya gak main dengan dia lagi” jawabnya singkat.

“ko sendiri tadi sama dia di kelas” aku balik menyelahkannya

“kan ko dulu yang mulai tadi di kelas , makanya aku liat aja trus ad putri” jawabnya enteng

“iih , aku cemburuu.” Ucapku penuh arti

Perselisihan kami tak hanya sampai hari itu aja . sifat dia yang suka ngambek gak jelas itu udah terjadi brulang kali sampai detik ini . karna udah biasa jadi aku biasa aja .

Tapi yang anehnya ngambek yang sekarang ini beda . dia bilang di sekolah gak usah ngomong , ngomong seperlunya aja , kalau sms gak apa .aneh bangetkan .jadi di sekolah tu kami gak teguran , ya paling-paling ada kesempatan gitu barulah dia ganggu aku . tapi itu cuma 1 minggu aja , selama gak teguran sms kami lancar dan aku setiap hari mimpiin dia .

Sekarang udah balik kayak biasa , tapi aku cemburu dan sedih . memang kami sekarang teguran tapi kenapa kami tidak pernah komunikasi lagi ?

Waktu ujian terakhir jam istirahat aku periksa inbox dia , dia periksa inbox aku . dan ternyata ada sms dri adek kelas , iiii , mesra banget sih mereka .
“ciee , sama amania wak” ledekku , padahal dalam hati cemburu berat

“ciee , cemburu ya” balik meledek ku

“payah e” jawabku kesal

“alah ngaku aja” jawabny maksa buatku ngaku

“enggak!” jawabku tegas .

Yah ! aku gak tau , kenapa akhir-akhir ini aku jadi aneh gitu sama dia . kalau gak smsn tu lain banget rasanya , kalau dia smsn dengan cewek lain apalagi , langsung panas ni hati .

Di bilang cemburu sih iya , banget malah . tapi dia tu hobby banget bikin aku cemburu , cemburu aku ada artinya , aku cuma gak mau kehilangan sahabat kayak dia . dia gak pernah tau itu .

Memang dulu aku sempat pernah suka sama dia , tapi aku tau kalau kami itu Cuma sahabat . memang sih sekarang rasa itu udah bertambah . tapi aku coba berusaha buat pendam itu semua , karna kami Cuma sahabat , gak lebih .



Dear my bestfriend DA

Ko gak akan pernah tau apa yang aku rasain , ko gak akan pernah tau perasaan aku gimana .

Dulu memang aku pernah suka sama ko , tapi aku sadar kalau kita Cuma sahabat gak lebih . dan memang aku nyaman kita bersahabat kayak gini .

Aku selalu berdoa , supaya persahabatan kita tu sampai nanti , selamanya bahkan .aku sayang ko , sama yang kayak ko bilang , bahkan sayang aku ke ko lebih dari sayang ko ke aku .

Waktu kita di SMA tinggal 3 bulan lagi , itu bukan waktu yang lama . sebentar lagi kita pisah , ko kemana aku kemana . Cuma allah yang tau kita bisa ketemu lagi atau tidak . tapi aku selalu berdoa supaya kita bisa ketemu lagi suatu saat nanti .

Aku yakin gak akan ada yang bisa ganti posisi ko jadi sahabat aku walaupun posisi aku bisa diganti dengan siapa aja .

1 hal yang harus ko tau kalau aku cemburu ko dengan siapa aja , aku selalu sayang sama ko , rasa yang dulu hanya o,1% sekarang berubah jadi 75%

Waktu kita gak lama lagi .aku cuma mau ngabisin masa SMA dengan teman-teman aku dan sahabat aku , itu ko !

Aku pergi nanti untuk selamanya , aku gak akan pulang lagi . Cuma waktu yang bisa pertemukan kita lagi .

Aku sayang ko , ko sahabat aku paling baik walaupun kadang-kadang ko tu nyebeliin .

Aku kangen ko yang dulu , untuk 3 bulan lagi aku mohon sifat ngambek gak jelas itu hilang ya L

Kalu gak ada ko , aku mau cerita dengan siapa lagi ?

Gak peduli lh gak ada pacar yang penting aku punya sahabat kayak ko .

Kalau kita udah jauh nanti jangan lupain aku ya , aku syang ko kawan :*:*

Cinta Jarak Jauh

 Meita baru saja menerima amplop yang di dalamnya berisi kertas yang menyatakan apakah ia lulus ujian nasional SMA tahun ini. Tentu saja perasaannya deg-degan sekali sebab tulisan di kertas itu sangat menentukan apakah usahanya belajar selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Kendatala sia-sia atau tidak. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena dipeluk oleh teman-temannya dengan kencang sembari meluapkan ekspresi kegembiraan dan rasa syukur sebab mereka sudah dinyatakan lulus terlebih dahulu daripada Meita. Baru beberapa detik Meita merobek amplop dan mengintip isinya, Meita langsung melonjak kegirangan. Mama Meita menjadi sasaran kegembiraan dia. Tante Restanti hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah lucu putri sulungnya yang masih tetap menggelendot manja di pundak Tante Restanti.
Tiba-tiba lagu pretty boy dari M2M mengalun dari handphone Meita yang berada di saku roknya. Getaran ringtone itu membuat Meita geli lalu cepat-cepat melihat sms dari siapa yang dating. “Mei mama pulang dulu ya. Kalau kamu mau main dulu sama temen-temen kamu mama izinin kok,” ujar Tante Restanti. ”Oke sip Ma”, timpal Meita sembari melihat sms yang masuk.
      From  :  Becak (+6285740968***)
      Message : ”Gimana Kodokku Cantik kamu lulus apa gak?
      Meita hampir saja lupa memberi tahu Genta pacarnya tentang kabar gembira ini. Untung saja Genta sms disaat yang tepat.
      Buru-buru Meita mengabarkan bahwa ia lulus kepada Genta. Genta adalah pacar Meita yang baru duduk di kelas sepuluh satu sekolah dengan dia.
      Euforia kelulusan kelas dua belas telah usai sekarang saatnya mereka yang dinyatakan lulus untuk memutuskan akan melanjutkan ke perguruan tinggi, melamar pekerjaan lalu bekerja atau pilihan lain yang mereka tentukan sendiri.
      ”Ma aku bosen di rumah ni. Bingung mau ngapain. Pengen main tapi kok temen-temen pada sibuk mendaftar kuliah,” ujar Meita sambil menggerutu.
      ”Ya udah sono kamu juga ikutan mereka aja daftar. Nemenin mereka toh juga gak papa si Mei? Jangan mentang-mentang kamu udah tenang gara-gara keterima PMDK. Kamu juga perlu tahu gimana susahnya cari kuliah,” jawab Tante Restanti.
      ”Iya-iya Ma. Aku turutin saran mama deh. Lagian si Genta juga masih sekolah paling,” ujar Meita.
      Meita mutusin buat nelpon Fani ”Blonde” sahabatnya sejak TK.
      ”Hallo Blond planning lo hari ini ngapain aja?”
      “Hmm apa Mih suara lo kagak kedengeran ni. Speaker hp gue soak,” jelas Blonde sambil nguap dan kucek-kucek mata.
      ”Ah elo mah molor mulu. Elo mau ngelengkapi berkas-berkas pendaftaran gak? Hari gue lagi baik hati mau banget nemenin elo Blond.”
      ”Eh eh tunggu. Elo ngomong apa Mih? Tumben elo baik gini. Lagi kumat apanya ni? Jangan-jangan elo ada pamrih ya?” selidik Blonde.
      ”Ih elo parno mulu pikirannya ke gue. Gini-gini gue jelasin detailnya. Gue hari ini boring banget gak ada kerjaan. Tu si Becak juga lagi sekolah. Gristi adik gue juga sekolah. Mama kerja. Masak gue di rumah sendirian ma kura-kura gue. Bisa lumutan ni badan.”
      ”Oh gitu. Iya deh kamu ntar temenin gue ke SMA ya? Gue mau cari piagam gue yang masih disimpen sama Pak Tamto. Itung-itung kalo elo lagi mujur elo bisa ketemu sama Genta.”
      ”Oke siip Blond. Dua puluh lima menit lagi gue sampai ke rumah elo. Sono buruan elo mandi.”
      ”Beres Mih.”
      Lima belas menit kemudian Meita sudah meluncur ke rumah Blonde dengan skuter matik keluaran terbaru. Jarak rumah Blonde dengan rumah Meita cukup jauh juga si. Kira-kira sepuluh kilometer.
      ”Tin-tin-tin.”
      Meita membunyikan klakson motornya setibanya di depan rumah Fani ”Blonde”. Biasanya Meita langsung turun dari motornya sambil menggedor-gedor gerbang rumah Blonde yang terbuat dari besi tak lupa dengan teriak-teriak memanggil nama Blonde.
      Blonde sudah hapal dengan kelakuan temannya yang satu ini jadi dia sudah maklum dan hanya bisa ketawa melihat tetangganya ngomel dengan ulah Meita.
      ”Rambut elo benerin dulu tu Mih. Apa gue harus pinjemin elo sisir?”
      Dasar si Meita emang muka tembok tanpa ragu-ragu dia mengiyakan tawaran si Blonde.
      Lima menit mereka habiskan hanya untuk ngobrol di depan rumah Blonde. Blonde melirik jam monol square yang melingkar di pergelangan tangannya.
      ”Mei ayo buruan berangkat udah jam sepuluh ni.”
      ”Ayo Blond. Pake ni helm.”
      ”Gue naik ke motor elo sekarang ya?”
      ”Iya Blond. Pegangan ya. Gue mau pacu ni motor sekenceng mungkin.”
      ”Dasar gila elo. Ati-ati. Awas ya gue belum nikah sama Mas Fredo.”
      Mereka berdua langsung berubah mimik mukanya ketika sampai di depan SMA Negeri 1 Kendatala.

      ”Sumpah Mih gue bangga banget sempet bisa sekolah di SMA segede ini. Apalagi kita menghuni kelas KEDUBES ID dengan segala kegokilannya.”
      ”Haha iya dong.”
      Tiba-tiba suara yang familiar di telinga mereka mengagetkan lamunan dua anak-anak yang lagi kegirangan ini.
      ”Meita ? Fani ? Mau ngapain ?”
      ”Ehm oh,” jawab mereka setengah kaget terbata-bata.
      ”Bu Gik ? Kita ke sini mau ngurus piagamnya Fani Bu.”
      ”Iya Bu. Piagam saya masih di sekolah dan disimpan Pak Tamto.”
      ”Ya sudah selesein dulu kepentingan kalian. Semoga sukses ya.”
      ”Iya. Amin dan makasih ya Bu.”
      Kira sudah dua jam mereka berada di SMA Negeri 1 Kendatala dan urusan Fani sudah selesai namun mereka belum juga ketemu dengan Genta.

      Mereka mutusin buat kangen-kangenan dulu ke kantin Pak Alex. Jaman-jaman ngutang es dan gorengan habis pelajaran olahraganya Pak Wal, tambah sate kerang tapi gak bayar, mie ayam minta tambahan suwiran daging ayam. Pikiran mereka melayang kepada kenangan masa lalu. ”Nice and sweet memory,” batin mereka.
      “Mei itu si Genta.”
      “Gentaaaa,” panggil Mei.
      Genta masih kebingungan karena belum menemukan asal suara yang memanggilnya. Genta memutuskan untuk berlalu begitu saja dan tak menghiraukan asal suara tadi.
      ”Gen kayaknya tadi ada yang manggil kamu deh,” tanya Aria teman Genta.
      ”Iya sih Yak tadi aku juga denger. Tapi aku bingung siapa yang manggil aku. Suaranya kayak familiar banget di telinga kita ya?”
      ”Hmm. Bener sih katamu Gent.”
      ”Tadi kan kita terburu-terburu takut telat lalu dimarahi Pak Wal.”
      ”Ya udahlah Gen lupain aja suara tadi.”
      Genta dan Aria menganggap suara tadi hanya halusinasi dan imajinasi mereka belaka. Padahal tadi kan memang ada suara yang memanggil Genta. Bagaimana kalau Meita tahu soal ini ya? Pasti dia langsung sedih dan merasa sudah tak ada artinya di hati Genta.
      Meita memilih untuk sms Genta terkebih dahulu.
      To  : Becak (+6285740968***)
      Message : “ Cak kamu tadi kok gak noleh si waktu aku panggil?”
      Lima menit kemudian balasan dari Genta diterima Meita.
      From  : Becak (+6285740968***)
      Message : “Apa Kodok ? Kapan kamu manggil aku ? Kamu ke sekolah tadi ?
      Sepuluh menit kemudian Genta menerima balasan pesan dari Meita
      From  : Kodok (+6285727802***)
      Message : ”Alah kamu sama suara pacar sendiri aja lupa. Ya uda deh mending ngurusin cewek laen aja sana !!!! L
      Maksud Meita mengirim pesan singkat semacam itu adalah agar pacarnya mengubah sikap playboynya yang selama ini sukar dihilangkan.
      Sudah seminggu lebih Genta dan Meita tidak kontak-kontakan. Keduanya kukuh mempertahankan pendapat masing-masing. Mereka tidak ada yang mau saling mengalah. Ego mereka berdua memang gede banget.
      Fani ”Blonde” sebagai sahabat Meita tak tega melihatnya. Ia berinisiatif untuk menasehati Meita.
      ”Mei udahlah kamu yang umurnya lebih gede daripada dia mendingan ngalah dikit gak papa lah. Toh ini juga buat kepentingan kalian berdua.”
      ”Blond aku udah capek. Selama setahun lebih kita pacaran sikapnya gak berubah-berubah.”
      ”Iya itu konsekuensi elo terima dia jadi pacar kamu. Elo kudu siap nerima dia apapun keadaannya.”
      ”Iya-iya !! Hati gue sebenarnya gak tahan juga lama-lama didiemin ma dia mulu. Gue telpon dia deh.”
      Meita memencet tombol di handphone Nokia E 51 miliknya. Sudah bisa ditebaklah nomor siapa yang dia hubungi. Baru beberapa detik saja sudah ada tanda bahwa nomor Genta aktif. Entah kenapa selama tiga menitan kuping Meita ditempelin di speaker handphonenya yang ia dengar hanya lagu ” I Will Fly ” kepunyaan Ten 2 Five.
      ”Ni anak ke mana sih? Ditelepon gak diangkat-angkat. Bangga banget dia bikin idup gue kayak gini. Dasar cowok !!!” umpat Meita di batin.
      Tak disangka di ujung telepon muncul suara serak cowok yang membuat jantung Meita berdegup kencang.
      ”Napa Kodok tumben nelpon aku? Udahan ya marahnya ?”
      ”Ih pede banget kamu Cak. Maksudku nelpon kamu tu, ntar malem kita ketemuan di kafe tempat biasa. Jam tujuh kamu jemput aku ya !”
      ”Telpon-telpon malah nyuruh-nyuruh. Huu dasar kamu Kodok jutek J. Kamu dandan yang cantik ya.” Emmuacch. Bye.”
      Mulut Meita tersekat mendengar kalimat penutup yang keluar dari mulut Genta. Dia hanya bisa menelan ludah dengan muka berekspresi kaget.
      Sudah tak sabar Meita menanti pukul 19.00 WIB. Dari tadi dia hanya mondar-mandir kamar dan teras rumah.
      ”Mei pakaian kamu dirapiin dulu tu. Ngapaian sih diberantakin semua. Pakai dikeluarin dari lemari semua??” omel Mamanya.
      ”Upps iya deh Ma. Tadi Meita lupa sih. Saking semangatnya mau ketemu Genta.”
      ”Ciee anak mama lagi girang kayaknya malem ini.”
      Gristia adik Meita pun ikutan nimbrung.
      ”Kak nanti jangan lupa Grist titip silver queen chunky bar ya?”
      ”Ih enak aja kamu nyuruh-nyuruh aku ?”
      ”Iya kamu paling nanti juga gak beli kan ? Paling kamu juga nanti dikasih sama Kak Genta. Ihiiir. Liat tu pipi tembebmu berubah merah kayak kepiting rebus J
      Deru knalpot menghentikan pembicaraan tiga perempuan sedarah tersebut.
      “Ma, Grist Meita berangkat dulu ya.”
      ”Iya ati-ati,” jawab Tante Restanti dan Gristia serempak.
      Angin malam yang semilir menyelinap masuk ke kulit yang membalut tulang-tulang yang menyusun badan Meita.
      ”Kamu kedinginan ya Kodok?”
      ”Ih sotoy banget kamu Cak,” jawab Meita gengsi sehingga ia terpaksa berbohong.
      ”Gak usah bohong deh. Udah ketahuan tangan kamu dingin kok. Pakai jaket aku ya?”
      Awalnya Meita enggan mengiyakan tawaran Genta. Akhirnya ia mau juga setelah dipaksa.
      Mereka memilih tempat duduk dengan view keramaian malam jalan di kota Kendatala.
      Obrolan mereka pun mengalir ringan dan penuh canda tawa yang mencairkan suasan kebekuan selama seminggu lebih ini.
      ”Cak apakah kamu masih akan sayang ma aku kalau aku nanti berangkat kuliah ?”
      ”Iyalah Kodok sayang. Aku akan setia menjagamu. Karena rasa yang sudah lama tumbuh ini sulit untuk dilenyapkan. Telah lama kusimpan di tempat khusus dalam hatiku.”
      ”Kamu gak lagi ngegombal kan ?”
      ”Mana bisa aku gombal Kodoook ?”
      ”Idih keliatan deh boongnya. Jelas aja kamu pintar ngegombal. Kamu aja udah terkenal playboy gitu kok. Hehehehe.”
      ”Haha sudahlah gak usah bahas itu lagi.”
      Mereka menikmati dinginnya malam berdua.
      Malam itu adalah malam yang indah bagi mereka pasangan yang tengah menikmati indahnya cinta J.
      Dua bulan berlalu.
      Meita sudah resmi menyandang status sebagai mahasiswi STT Telkom Bandung setelah melalui serangkaian acara OSPEK.
      Sejauh ini hubungan Meita dan Genta lancar-lancar saja. Terkadang muncul masalah-masalah yang membuat hubungan mereka semakin indah. Masalah itu mereka hadapi dengan mudahnya.
      Namun sayang. Baru dua bulan lalu merayakan dua tahun hubungan mereka, Genta tiba-tiba saja mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan mereka.
      Meita tentu saja kaget bukan main dengan keputusan tiba-tiba dan sepihak yang diambil sama Genta.
      Meita sedih banget. Dia gak bisa bohongin perasaannya kalau dia sudah sayang banget sama Genta. Dia gak ngira Genta bisa nglakuin hal setega ini padanya. Genta sanggup buat ngrobohin tembok cinta kokoh yang sudah mereka bangun selama ini.
      Bandung, 23 Desember 2010
      ” Orang yang aku sayang ninggalin aku karena jarak yang misahin kita. Dia udah punya penggantiku, tapi aku senang karena dia tetap kembali ke aku seberapapun jauhnya dia pergi. Awalnya aku gak peduli dengan orang lain selama aku bahagia. Tapi ternyata tetap sakit, aku sakit melihat dia dengan yang lain daripada ketika aku melepasnya. Kemudian aku sengaja membuat dia mau atau tidak akan tetap melepas tanganku. Dan sekarang usahaku berhasil, harusnya aku senangkan???????
      Tapi kenapa aku sakit yah???? Ya Allah aku sakit. Menyadari kalau kali ini aku memang benar-benar sudah kehilangan dia. Maafin Meita ya Allah. Meita menangis malam ini. L
      Kalimat-kalimat itu yang Meita tulis di diarynya. Malam itu Meita ngeluarin semua uneg-uneg dihatinya. Air mata pelan-pelan meluncur dari pelipis matanya.
      Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggggggggggggh Genta jahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!!! L ” teriak Meita.
      ”Apa si salahku ke kamu Gen?? Kok kamu tega banget ma aku. Apa kamu gak tau ya? Aku sayang banget ma kamu. Udah berkali-kali kamu nyakitin aku tapi aku maafin kamu terus kan? Sering banget aku dianggep bodoh ma temenku hanya gara-gara kelakuanmu???Gilaag banget ya aku bisa pacaran ma playboy .Busuuuuuk.” TT

      Guling jadi sasaran empuk kemarahan Meita. Dicabik-cabik, dipukuli, dibentur-benturkan ke tembok. Parah banget pokoknya.
      Paginya mata Meita sembab dan menghasilkan mata panda yang menghiasi muka manisnya.
      Pikiran Meita nglantur kemana-mana. Konsentrasinya buyar.
      ”Jadi sudah begini adanya ya?? Hemmmmmmmmmmmmmmmmmph..Salaaah aku ternyata. Ya ya I see.. I know I’m nothing. Sadar kok . Mei Mei Meita. Inget Meit.” L
      Tiap hari selalu saja begitu. Meita menuhin diary, status di jejarsos (jejaring sosial) seperti facebook, twitter, blogg, ym, bbm, ovi, dll tentang perasaan di hatinya.
      ”Everything change. Everything falls apart. Life must go on. And I can’t stuck here. I’ll do recover my heart, and my life again. Everything. Don’t worry. I’ll be fine. J
      ”Sepertinya memang fondasi hubungan kita yang sudah rapuh dari awal. Maunya gini gini gini gini. Tapi gak ada guna. Gak ada perubahan sedikitpun dari Genta. Yasudahlah aku saja yang berubah. Berubah sebisa mungkin belajar gak sayang lagi ke dia.”
      ”I can keep my eyes just for him. Aku yang terlalu sayang atau bego ya ?? Kenapa aku bisa ngertiin kalau dia sebrengsek itu. Dan aku peduli. Hmmmp.. Kayaknya ada yang salah dengan aku.”
      Dan ini adalah tulisan yang paling menohok.
      ” Dear Genta.”
      ”Aku pernah bilang seberapapun sulitnya hubungan ini. Meski akan banyak hati yang terluka karena kita. Kita tau, kita gak segampang ini dipisahin. Masih akan ada banyak pelangi setelah hujan. Walaupun sudah punya yang baru masing-masing nantinya. Rasa kita masih sama. Masih ada. Dan masih dalem. Sekalipun jarak yang misahin. Kita pasti kembali lagi. Anything, that words always resound in my head. Dan cuma itu yang aku yakini. Aku sayang kamu apapun yang terjadi (my) love is blind. How many times you hurt me ?? I don’t know.. Sayangku ke kamu dah bener-bener nutupin rasa sakit buat hatiku. Mungkin Allah belum izinin kita. Allah pasti punya jalan yang indah buat kita. Allah tahu gimana rasa kita. Aku yakin Allah tahu. Izinkan aku sayang kamu karena Allah ya ?
      T_______T
      T_______________________________________T
      My head is telling me not to love you but my heart is telling me something different.. AWWWWWWWWWWWW J

Pacar Boongan

 “Pokoknya sebelum kamu lulus SMA tahun ini,kamu harus segera punya pacar”kata mamah tegas pada Ega.

      “ahh…mamah,nggak bisa gitu dong,,Egakan sebentar lagi ujian,masa Ega harus nyari cowo dalam waktu sesingkat itu..lagian Ega belum mau pacaran maa…”Kata Ega balik tegas sama mamahnya,udah berulang kali mamah Ega meminta Ega untuk mencari Pacar,karena Umur Ega sudah cukup Matang untuk mendapatkan seorang Pacar,tapi Ega nggak pernah mau,karena bagi dia,Pacaran bukan suatu hal yang penting,bagi Ega pacaran saat ini juga belum merupakan kewajibannya,ia masih ingin merasakan masa-masa sendirinya tanpa diribetin sama urusan yang namanya cowo.

      Ega bingung harus ngasih pengertian sama mamahnya dengan cara apa,nggak jarang juga mamah Ega menggretak Ega”kalau kamu nggak bisa bawain pacar disaat kamu lulus tahun ini,mamah akan jodohin kamu sama Rafli…”Ega bner ogah sama yang namanya dijodoh-jodohin,apa lagi sama orang se-trouble Rafli,yang bisanya nyusahin dan nyari masalah..
      “Liat nanti aja deh maa…”Kata Ega langsung ngeloyor pergi


      “Ega,,,mama belum selesai ngomong sama kamu..”Kata mamah stengah berteriak.
                    ***
      “gue bingung ko,harus ngasih tau nyokab dengan cara apa lagi,nyokab slalu maksa gue buat nyari pacar,padahal cari pacar sekarang nggak penting…”Kata Ega curhat pada Diko,sahabatnya
      Diko merapatkan dirinya ke dekat Ega”Gue tahu prasaan lo ga,mungkin nyokab lo nggak mau lo terlalu lama sendiri,apa lagi lo dari dulu belom pernah punya pacarkan,jadi wajar kali nyokab lo nyuruh lo buat nyari pacar,umur lokan udah 17tahun”Jelas Diko panjang lebar.
      “Tapi nggak logis ah,ko,cara nyokab gue nyuruh begitu,gue belum mau pacaran kenapa harus dipaksa-paksain gitu..”Kata Ega

      “hmm..nyokab lo takut lo nggak laku kali..”Kata Diko spontan,seketika bikin Ega lirik sinis kearahnya.

      “hah…sejelek itukah gue?separah itukah?sampai nyokab takut gue nggak laku kalau gue nggak pacaran sekarang”Kata Ega berapi-api”nanti kalau ada saatnya gue juga pasti nyari pacar,,tapi nggak sekarang,lagian umur gue juga masih 17tahun,masih muda kali….”
      “ya..sorry,,,”Kata Diko,tiba-tiba ide cemerlang terlintas dipikiran Diko”Ga,,gue ada ide nih…”


      “Apa ko??”Kemudian Diko membisikkan sesuatu pada Ega”Hah??Pacar boongan?”
      “Iya…”Diko mengangguk mantap”lo nggak mau pacaran dulukan?tapi lo mau nyokab lo berhenti maksa-maksain lo kan?itu cara yang jitu ga,,,didepan nyokab lo pura-pura pcaran sama dia,tapi dibelakang nyokab lo,lo tetep tmenan…”


      “wah,boleh tuh ide lo,,tapi siapa yang mau jadi korbannya?”tanaya Ega bingung.
      “iya juga ya…”Diko ikut berpikir,seketika Ega melirik Diko dengan senyum dengan gerakan muka mengisyaratkan gue tahu”kenapa lo liatin gue gitu?”
      “hehehe,,,gue tahu orangnya siapa…”Kta Ega
      “Siapa Ga?”Tanya diko penasaran
      “Elo…”spontan Ega menunjuk Diko
      “Gue??knapa harus gue?”tanay Diko bingung


      “Karena Cuma lo yang bisa bantuin gue..”Kata Ega tersenyum puas”maukan lo,jadi pacar boongan gue?”
      Diko menggaruk kepalanya,bingung,akhirnya..”Yaudah deh,gue mau…”
      “ahh Diko,,thanks ya,emang Pacar boongan gue yang terbaik…”Kata Ega reflek memeluk Diko,”uhmhzz..maaf…”
      “ya,nggak apa-apa..”Kata Diko senyum
      “Yaudah,jangan lupa ya nanti kerumah gue,lo nanti bakal gue kenalin sama nyokab gue,,jangan lupa ya sayang…”kata Ega langsung ngeloyor Pergi meninggalkan Diko.
                    ***
     
 Siang hari,Diko dan Ega pulang bersama


      Saat sampai dirumah,terlihat mamah yang sedang duduk diteras,Ega langsung berlari kecil dan menghampiri mamanya,dan diikuti Diko yang berada dibelakangnya
      “Maa..liat deh,Ega bawa Pacar Ega..”Kata Ega dengan senyum,mamahnya langsung bangkit dari duduknya.
      “ini Pacar kamu Ega?”Tanya mamah,danEga mengangguk mantap
      “oh ya kenalin maa,ini Diko..”Kta Ega ,memperkenalkan Diko.

      “siang tante,saya Diko..”Kata Diko sambil menyalimi mamahnya Ega Ramah,kemudian disambut Ramah oleh mamahnya Ega,lalu mamah Ega mempersilahkan keduanya duduk
      “ngomong-ngomong,kalian kapan jadian…?”Tanya mamahnya Ega membuka percakapan…
      “Ehmm…baru juga tadi tante”kata Diko sedikit gugup


      “oh,ehm..orang tua kamu kerja Dimana?”Tanya mamah Ega kembali
      “Kalau mamah di boutique didaerah Jakarta selatan,kalau papah jadi dokter gigi,di rumah sakit Medistra”Kata Diko mantap.
      “oh,,ehm..tante masuk dulu ya,mau minum apa?”
      “nggak usah repot-repot tante..”Kta Diko menolak Ramah

      “ah,tante nggak repot kok..yasudah tante buatkan minum dulu ya..”kata mamahnya Ega sabil berlalu.
      “Ga,nyokab lo baik banget yaa,,asikk bangett punya nyokab kaya begitu”kata Diko memuji mamahnya Ega,Diko begitu menikmati rumah Ega yang adem dan banyak tanaman anggrek.Ega tersentak kaget mendengar pengakuan Diko barusan.

      “hekk…lo bilang asik punya nyokab kaya gitu?heh,kalau nyokab gue asik,gue ga mungkin disuruh buat nyari pacar,sampai lo harus jadi korban pacar boongan gue”kata Ega panjang lebar.nggak lama mamahnya Ega kembali membawa tiga gelas sirup yang segar.
      “Silakan diminum Diko…”kata Mamahnya Ega ramah

      “aduh,tante jadi ngerepotin nihh….”Kata Diko berlaga malu(malu-malu tapi mau)
      “nggakk kok,diminum dong…”kata mamah Ega ramah sambil mengedarkan senyuman pada Diko dan Ega,lalu mamah Ega melirik jam tangannya”oya,tante jadi lupa,hari ini ada  arisan,tante tinggal dulu ya Diko…”nggak lama mamah Ega beranjak pergi,akhirnya Ega bisa terlepas dari adegan pura-pura mesranya bersama Diko,lalu Ega melirik Diko yang begitu menikmati duduk tepat disampingnya.


      “Dik,,uda nggak ada nyokab gue…”Ega mengingatkan Diko,Diko langsung melirik,dengan tatapan senyum nakal gue-udah-pw-neh,lalu Ega menatap Diko dengan mata Garang,dan siap melempar Diko bantal sofa”Lo pindah nggak,apa gue lempar…”Diko langsung loncat dan pindah ke bangku disampingnya,sesaat terjadii keheningan,nggak ada yang berbicara diantara keduanya.


      “rumah lo sepi banget,Ga…pada kemana?”Diko memecah keheningan,pertanyaannya begitu basi.
      “mana gue tahu,tadikan dirumah tinggal 1makhluk,yaitu nyokab gue yang pergi arisan,kalau yang lain nggak tau deh..”kata Ega santai,lalu mulut Diko membulat,kemudian terjadi kembali keheningan,sampai akhirnya suatu suara klakson mobil mengagetkan keduanya,Ega langsung berlari menuju pagar,dan membukakan pagar untuk seorang yang sedari tadi mengklakson mobilnya,yang ternyata itu kak.Egi yang pulang dari kuliah.


      “lo ngelamun ya,apa kuping lo kesumbat kapas,,gue dari tadi klakson mobil,lo kaga nongol-nongol…”kata kak.Egi kesal setelah memasukan mobilnya dalam garasi,lalu kak.Egi melirik Diko,dan Diko tersenyum”oh,jadi lo pacaran,jadi kaga kedengeran ,pantesan ajah..”
      “ett dah lo kak,siapa yang pacaran…”


      “udah,nggak usah ditutupin,akhirnya laku juga lo..hahaha…”kata kak.Egi meledek adiknya,nggak lama pluukk…..”adooww…”
      “makannya kalau ngomong dijaga,,,sembarangan banget lo ngomong,emangnya gue barang bekas apa…”kata Ega puas setelah menyerang kak.Egi dengan sandal high heels mamahnya,yang lumayan bisa bikin kepala memar*sadiiss*
      Diko yang melihat adegan ribut singkat antara kakak beradik itu hanya bisa terkekeh,lalu Ega kembali duduk di sofa teras bersama Diko

      “wah,parah lo,kakak lo sendiri ditimpuk bgituan..”Kata Diko
      Ega tertawa puas”hahaha..bodo,lagian tuh orang ngomong sembarangan,emangnya gue barang bekas yang nggak laku-laku apa…”

      “lah,emang iya kan…”Diko spontan,seketika mata garang Ega kembali terlihat,dan siap menimpuk Diko dengan high heels mamahnya yang sebelah,Diko pun tersenyum dan nyengir”PEACE…yakh,,bercanda kok…”


      Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 05.00,Dikopun pamit pulang,lalu Ega mengantarkannya sampai pagar”eh,jangan kapok ya,kalau main kerumah gue,,terutama sama nyokab,dan adegan rebut gue sama kak.Egi tadi”
      “iya,,tenang ajah,malah seru kali,ngelihat pertandingan langka gratis..hhe…”kata Diko yang mukanya telah berada dibalik helm,lalu Dikopun menancap gas motornya,kemudian Ega kembali kerumah.
                                          ***
      Udah hampir 3bulan Diko menyandang status sebagai pacar bohongan Ega,sejak itu juga kelakuan mamah pada Ega berubah,mamah jadi lebih perhatian sama Ega,mamah juga lebih sering tersenyum,apa yang dia lakukan selalu disertai senyuman,dan tak jarang juga Diko selalu diajak mahnya Ega untuk pergi jalan-jalan,ke arisannyapun Diko bersama Ega diajak,untuk menunjukkan pada rekan arisannya kalau Ega memiliki pacar,tapi untuk Ega ini sangat menyiksa,dia terpaksa membohongi mamahnya,demi bahagia mamahnya,dia juga ga mau selalu dipaksakan untuk segera memiliki pacar.


      Malam yang begitu tenang,semilir angin menemani kesendirian Ega yang tengah duduk merenung diteras,nggak lama tiba-tiba dia terpikir kelakuannya yang udah membohongi mamahnya,demi untuk membahagiakan mamahnya yang menginginkan dirinya memiliki pacar,laluEga mendongakkan kepalanya keatas langit,ia pun mulai curhat kepada bintang-bintang yang hanya Nampak sedikit dan tidak begitu terang”gue terkesan jahat banget sama mamah,udah bohongin mamah,tapi gue juga nggak mau buat mamah kecewa,gue juga ga mau dipaksain untuk memiliki pacar,gue belum mau pacaran,apa lagi kalau sampai dijodoh-jodohin,gue harus gimana???”tanpa terasa air mata Ega telah mengalir,rasa penyesalan memenuhi perasaannya.
      “kamu harus akhiri semua ini,Ega…”Ega tersentak kaget mendengar suara itu,suara itu amat dikenal Ega,saat Ega menoleh,rupanya suara itu,suara mamahnya


      “mamah…”Ega langsung menghapus airmatanya”sejak kapan mamah disini?”
      “sejak tadi,mamah udah mendengar semuanya sayang..”kata mamahnya menghampiri Ega,Egapun memeluk mamahnya


      “mah,,maafin Ega,ega udah bohong sama mamah,,Ega Cuma nggak mau mamah terus memaksa aku…”Egapun histeris dipelukan mamahnya


      “mamah tau sayang,maafin mamah udah egois sama kamu,harusnya mamah mengerti keinginan kamu,dan harusnya mamah bangga punya anak seperti kamu,dan tidak memaksakan kamu untuk memiliki pacar..”kata mamahnya Ega,suaranya terdengar bergetar,dan nggak lama,air matanyapun jatuh juga ,,merekapun berpelukan,nggak lama sebuah suara mengagetkan keduanya dan keduanya segera meepaskan pelukan dan menghapus air matanya.


      “Ega sayang,,,ayo malam mingguan…”kata Diko,lalu Egad an mamahnya tertawa geli,.Diko nggak ngerti,mengapa mereka jadi tertawa.
      “Diko,drama sudah berakhir…,kamu udah nggak perlu jadi pacar bohongannya Ega”kata mamahnya Ega yang masih menahan tawa,Diko jadi tertunduk malu,mukanya memerah menahan malu..-,-

XO - IX Cukuplah Sudah

hati ini tak mungkin, jiwa ini tak mungkin
bertahan lagi ke setiap perlakuanmu kepadaku
hanya satu pintaku, agar kau cintaiku
sepenuh hati seperti aku mencintai dirimu

(ketika) sudah cukup untuk selamanya
diriku dipermainkan dirimu, aku tak mau lagi

baby baby cukuplah sudah antara aku dengan dirimu
karena aku tak mungkin bisa membuat dirimu mengerti
baby baby cukuplah sudah antara aku dengan dirimu
karena aku tak mungkin bisa membuat dirimu kembali
seperti yang dulu (hear me)

dimana janji manismu tuk diriku
mencintaiku sepenuh hatimu, sepenuh jiwamu
oh kau takkan pernah bisa mengerti
apa yang selalu ada di benakku
dan tak pernah kau coba tuk mengerti

(ketika) sudah cukup untuk selamanya
diriku dipermainkan dirimu, aku tak mau lagi

ku tak mau lagi come on yo
sudah cukup beribu ku curahkan
tapi tak sedikit hatimu kau tuangkan
buat diriku janjimu kau lupakan
untuk dirimu semua pasti ku utamakan
yo lady you drive me crazy
hey baby i need you lady
tapi tak mungkin kau kembali
cintai diriku seperti dulu lagi

baby baby cukuplah sudah antara aku dengan dirimu
karena aku tak mungkin bisa membuat dirimu mengerti

baby baby cukuplah sudah antara aku dengan dirimu
karena aku tak mungkin bisa membuat dirimu mengerti
(ku tak mau lagi denganmu)
baby baby cukuplah sudah antara aku dengan dirimu
karena aku tak mungkin bisa membuat dirimu mengerti
baby baby cukuplah sudah antara aku dengan dirimu
karena aku tak mungkin bisa membuat dirimu kembali
seperti yang dulu

Ungu - Dia Atau Diriku

Sungguh tak mungkin
Dalam kisah ini
Kita ‘kan bersatu

Bila tak pernah
Ada perasaaan
Cinta seutuhnya

Kini akhirnya
Kau harus memilih
Dia atau dirku

Yang pantas mendapatkan
Pantas menjadi kekasihmu

[*]
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila tak pernah ada
Perasaan cinta natara kita
Perasaan saling menyayangi

[**]
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila kau hanya bisa
Mencintaiku separuh hatimu
Separuh kau mencintainya

Sungguh tak mungkin
Sungguh tak bisa
Kita ‘kan bersama
Bila kau masih membagi cinta

Back to [*][**]

Geisha - Remuk Jantungku

sulit ku kira kehilangannya
sakit terasa memikirkannya
hancur warasku kau tlah berlalu
tinggalkan aku begitu
rapuh hidupku, remuk jantungku

* semua salahku tak jaga dirimu
untuk hatiku sungguh ku tak sanggup
semua terjadi seperti mimpi
mimpi burukku kehilanganmu

reff:
karena kamu nyawaku
karena kamu nafasku
karena kamu jantungku
karena kamu

rapuh hidupku, remuk jantungku
rapuh hidupku, remuk jantungku

repeat *
repeat reff

reff2:
tanpa kamu ku lemah
tanpa kamu ku resah
tanpa kamu ku gundah
tanpa kamu

remuk jantungku

Lady Gaga – Telephone

Hello hello baby you called
I can’t hear a thing
I have got no service
In the club, you say? say?
Wha-wha-what did you say huh?
You’re breakin’ up on me
Sorry I cannot hear you
I’m kinda busy
K-kinda busy
K-kinda busy
Sorry I cannot hear you I’m kinda busy
Just a second
It’s my favorite song they’re gonna play
And I cannot text you with a drink in my hand, eh?
You shoulda made some plans with me
You knew that I was free
And now you won’t stop calling me
I’m kinda busy
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna think anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna talk anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
E-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
Stop telephonin’
Me-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
I’m busy e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
Stop telephonin’
Me-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
Can call all you want but there’s no one home
And you’re not gonna reach my telephone
Out in the club
And I’m sippin that bubb
And you’re not gonna reach my telephone
Call all you want, but there’s no one home
And you’re not gonna reach my telephone
Out in the club
And I’m sippin that bubb
And you’re not gonna reach my telephone
Boy the way you blowing up my phone
Won’t make me leave no faster
Put my coat on faster
Leave my girls no faster
I shoulda left my phone at home
‘Cuz this is a disaster
Calling like a collector
Sorry, I cannot answer
Not that I don’t like you
I’m just at a party
And I am sick and tired of my phone r-ringing
Sometimes I feel like I live in grand central station
Tonight I’m not takin’ no calls
‘Cuz I’ll be dancin’
I’ll be dancin’
I’ll be dancin’
Tonight I’m not takin’ no calls
Cuz I’ll be dancin’
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna think anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna talk anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna think anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna talk anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
E-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
Stop telephonin’
Me-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
I’m busy e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
Stop telephonin’
Me-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e
Can call all you want but there’s no one home
And you’re not gonna reach my telephone
Cuz I’m out in the club
And I’m sippin that bubb
And you’re not gonna reach my telephone
Call all you want but there’s no one home
And you’re not gonna reach my telephone
Cuz I’m out in the club
And I’m sippin that bubb
And you’re not gonna reach my telephone
My telephone
Ma ma ma telephone
‘Cuz I’m out in the club
And I’m sippin that bubb
And you’re not gonna reach my telephone
My telephone
Ma ma ma telephone
Cuz I’m out in the club
And I’m sippin that bubb
And you’re not gonna reach my telephone
(We’re sorry, we’re sorry
The number you have reached
Is not in service at this time
Please check the number, or try your call again)